Politik

18,5 Persen, Golkar Tak Bisa Bangkit Sekalipun Direbranding

NUSANTARANEWS.CO – Survei LSI Denny JA temukan fakta mengejutkan tentang partai Golkar. Dimana dalam rilis survei yang diterbitkan baru-baru ini, sebanyak 18,5 persen responden mengaku Golkar tak bangkit dari keterpurukan sekalipun sudah dilakukan rebranding.

Dalam rilisnya baru-baru ini, LSI mengumumkan sebanyak 18,5 persen menjawab bahwa sekalipun telah dilakukan perombakan total (rebranding) para responden mengaku pesimis Golkar mampu mendapat dukung dari publik luas di Pemilu 2018 mendatang.

Dengan kata lain, noda yang diwariskan Setya Novanto sebagai ketua umum Golkar sebelumnya ternyata memiliki dampak serius terhadap partai berlambang pohon beringin tersebut.

Ini menyusul sebuah pertanyaan diajukan, jika partai Golkat muncul dengan branding baru, apakah partai Golkar dapat bangkit memperoleh dukungan publik atau tetap tidak mendapatkan dukungan masyarakat?

Sebanyak 65,7 persen menjawab optimis Golkar bisa bangkit jika dilakukang rebranding secara besar-besarn terhadap partai yang menunjuk aklamasi Airlangga Hartarto sebagai ketua umum baru.

Sisanya yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 15,8 persen. Jumlah ini cukup tinggi dan menggambarkan bahwa responden telah apatis terhadap partai Golkar.

Baca Juga:  Pemkab Nunukan Sampaikan Jawaban Pemda Atas Pandangan Umum Anggota DPRD

Mencermati kecenderungan Golkar, partai ini memang tengah mengalami tren penurunan elektabilitas yang tajam. Tren menurunnya tingkat kepercayaan ini terpantau sejak Oktober 2016 yang semula 15,6 persen berubah menjadi 13,6 persen pada Mei 2017.

Sinyal tak sedap terus menghantui Golkar menyusul pada Juni 2017 juga mengalami penurunan menjadi 12,7 persen. Tak sampai disitu, tren penurunan elektabilitas Golkar semakin tak terbendung pada Agustus 2017. Dimana kepercayaan publik terhadap Golkar nyaris menyentuh angka 10 persen, tepatnya 11,6 persen.

Masuk pada November 2017, Golkar bangkit dimana dari yang semula jatuh di angka 11,6 persen dalam rentang hanya tiga bulan, Golkar mampu mengejutkan pengamat politik dengan mengalami peningkatan traffick yang cukup tinggi yakni 13,6 persen.

Namun badai benar-benar menghantam Golkar setelah sang Ketua Umum tersandung masalah dengan KPK terkait skandal e-KTP jilid II. Dimana elektabilitas Golkar terjun bebas menjadi 11,6 persen. (*)

Editor: Romandhon

Related Posts