Connect with us

Politik

140 Ribu Difabel di Jabar Menganggur, Hasanah Diminta Peduli

Published

on

Para penyandang kebutuhan khusus di Sukabumi (Foto Istimewa/Nusantaranews.co)

NUSANTARANEWS.CO, Bandung – Merujuk data yang disampaikan Menteri Ketenagakerjaan, ada sekitar 140 ribu jiwa penyandang disabilitas (difabel) di Jawa Barat menganggur. Sesepuh Assosiasi Difabel di Sukabumi, Aep Saefulah berharap kepada salah salah satu paslon (pasangan calon) Gubernur Jabar Hasanah (TB Hasanuddin-Anton Charliyan) untuk mempedulikan nasib para penyandang kebutuhan khusus.

Eep ingin supaya para kaum disabilitas diberikan kesempatan yang sama untuk bisa bekerja sesuai dengan kondisi mereka. Tak hanya memberikan kesempatan sama untuk bekerja, namun ia mengaku mendukung pasangan nomor urut dua untuk memperhatikan atlet difabel yang ada di Jawa Barat.

Menteri Ketenagakeerjaan M Hanif Dhakiri pada 8 Agustus 2017, mengatakan ada sekitar 2 juta jiwa penyandang disabilitas di Jawa Barat. Sebanyak 7 persen menganggur.

Baca Juga: Kaum Difabel Wajib Difasilitasi oleh Negara

Sementara itu, menurut KPU Jawa Barat mencatat jumlah penyandang disabilitas yang memiliki hak suara di Pilkada 2018 sebanyak 52.000 jiwa. Anggota KPU Jawa Barat, Ferdhiman P Bariguna, pada 19 Maret 2018 lalu mengatakan, sebanyak 52 ribu pemilih tersebut dibagi dalam sejumlah kategori.

Di antaranya tuna netra, tuna grahita, dan tuna daksa. Data tersebut digunakan KPU untuk memperkirakan kebutuhan logistik kaum penyandang disabilitas.

Untuk itu, sebagai upaya menampung hak suara bagi para penyandang disabilitas, KPU Jawa Barat telah menyediakan sekitar 9.000 TPS lebih untuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

Sebagai informasi, data nasional tahun 2017, merilis penduduk yang menyandang disabilitas di Indonesia sekitar 21 juta jiwa. Dari jumlah itu, yang termasuk angkatan kerja sekitar 11 juta (51,18 persen), sedangkan yang penyandang disabilitas yang bekerja berjumlah sekitar 10 juta (96,31 persen).

Baca Juga:  Dibantu Warga, Satgas Yonmek 521/DY Bangun Jembatan Darurat di Perbatasan

Editor: Romadhon

Loading...

Terpopuler