Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP), KH Maimoen Zubair (Mbah Moen)/Foto Richard Andika/Nusantaranews
Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP), KH Maimoen Zubair (Mbah Moen)/Foto Richard Andika/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP), KH Maimoen Zubair atau disapa Mbah Moen mengharapkan kubu partai yang terpecah dapat segera mengakhiri konflik kepemimpinan untuk menghadapi Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu Serentak 2019.

Mbah Moen juga mengharapkan pemerintah mengakui PPP yang sudah menjadi satu. “Umur saya sudah 91 tahun lebih. Kapan pemerintah mengakui PPP ini menjadi satu,” ujar Mbah Moen dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II PPP di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta, Selasa (23/5/2017).

Dia berharap PPP kubu Romahurmuziy atau Romi dan PPP kubu Djan Faridz yang terpecah karena Pilgub DKI Jakarta segera berdamai. “Dengan demikian, pemerintah mengakui satu kepengurusan PPP saja,” ucap sesepuh PPP itu.

Sementara itu, Ketua Umum PPP versi Muktamar Surabaya, Romahurmuziy atau Romi menyatakan dukungannya atas keinginan Mbah Moen. Romi menegaskan tetap membuka diri bagi kubu Djan Faridz untuk kembali bersatu.

Romi mengajak kubu Djan Faridz menghentikan segala perdebatan. Menurut dia, perbedaan itu hanya akan merugikan partai PPP itu sendiri.

“Kami tentu mengajak Pak Djan dan kawan-kawan di sana, jika ingin membesarkan PPP taatilah ulama. Ulama kita paling senior saat ini yang paling faqih bukan hanya di PPP tapi di NU adalah Mbah Moen sudah menyampaikan demikian,” kata Romi.

Reporter: Richard Andika
Editor: Romandhon

Komentar