Guam. (Foto: Tobias Kappel)
NUSANTARANEWS.CO, Washington – Guam mengirimkan petunjuk darurat untuk membantu warga di sana mempersiapkan diri menghadapi potensi serangan nuklir setelah sebuah ancaman dari Korea Utara yang berencana menembakkan rudal di sekitar wilayah Pasifik AS.
Kantor berita KCNA mengatakan tentaranya akan menyelesaikan rencana pada pertengahan Agustus untuk menembakkan empat rudal jarak menengah yang akan mendarat di dekat Guam. Teritori Guam adalah sebuah pulau di bagian barat Samudera Pasifik dan juga sebuah organized unincorporated territory Amerika Serikat.
Korea Utara tidak mengancam Guam dengan serangan nuklir, namun krisis antara Pyongyang dan Amerika Serikat telah menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik nuklir dapat terjadi di wilayah tersebut.
Sementara gubernur Guam mengabaikan peringatan rudal Korea Utara dan mengatakan bahwa tidak ada ancaman yang meningkat, pemerintah telah mengeluarkan lembaran fakta untuk persiapan. Pedoman tersebut mencakup apa yang harus dilakukan sebelum, selama dan setelah serangan nuklir.
“Jangan melihat lampu kilat atau bola api, ini bisa membutakan anda. Ambil apa saja yang bisa menawarkan perlindungan,” katanya seperti dikutip Reuters, Sabtu (12/8/2017).
“Lepaskan pakaian anda agar bahan radioaktif tidak menyebar. Melepaskan lapisan luar dari pakaian bisa mengeluarkan hingga 90% bahan radioaktif,” lanjutnya.
Warga Guam disarankan untuk memiliki rencana darurat dan perlengkapan pasokan serta membuat struktur beton di sekitar rumah. Tempat kerja dan sekolah dapat dijadikan sebagai tempat penampungan.
“Tempat penampungan tidak perlu dibangun secara khusus untuk melindungi korban. Mereka bisa dilindungi ruang, asalkan dinding dan atapnya cukup tebal dan cukup padat (beton) untuk menyerap radiasi yang dilepaskan oleh partikel yang jatuh,” kata peringatan tersebut lebih lanjut.
Lembaran peringatan itu juga menulis, ketika warga mencuci jangan menggosok atau menggaruk kulit, gunakan sabun, sampo dan air tetapi jangan meletakkan kondisioner pada rambut karena mengandung bahan radioaktif.
“Tetaplah di tempat anda berada, bahkan jika anda terpisah dari keluarga anda. Dengarkan berita, tunggulah instruksi sebelum menjemput anak anda di sekolah,” bunyi lembaran peringatan itu lagi.
Informasi pada lembaran peringatan tersebut dikumpulkan dari situs website Departemen Keamanan Dalam Negeri AS. Guam adalah rumah bagi sekitar 163 ribu oran dan terdapat sebuah pangkalan militer AS yang mencakup skuadron kapal selam, pangkalan udara dan Coast Guard. (ed)
Editor: Eriec Dieda

Komentar