Connect
To Top

Uji Coba Terakhir Rudal Balistik Korea Utara Sukses

NUSANTARANEWS.CO – Korea Utara menembakkan rudal balistik jarak menengah ke atas sebelum akhirnya mendarat di laut dekat Rusia. Dan dilaporkan rudal terbaru Korea Utara dapat membawa hulu ledak nuklir besar yang mampu menyerang Amerika Serikat.

Tembakan rudal Korut pada Minggu (14/5) itu merupakan serangkaian uji coba rudal balistik. Ini merupakan rangkaian uji coba terakhir yang mengerikan dari pemimpin Kim Jong-un sekaligus membuat dunia di ambang perang dunia ketiga.

Dilansir Daily Star, hari ini Korea Utara telah mengumumkan bahwa uji coba rudal terbaru itu menunjukkan bahwa rudal dapat membawa hulu ledak nuklir berukuran raksasa.

Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) mengatakan bahwa uji coba ditujukan untuk memverifikasi spesifikasi taktis dan teknologi dari roket balistik yang baru dikembangkan yang mampu membawa hulu ledak nuklir berat ukuran besar.

“Jika AS dengan canggung mencoba memprovokasi DPRK, maka hal itu tidak akan luput dari bencana terbesar dalam sejarah,” kata Kim. Ia sangat memperingatkan AS agar tidak mengabaikan atau salah menilai kenyataan bahwa wilayah operasi daratan dan Pasifik berada dalam peninjauan DPRK.

Kantor berita negara tersebut juga memastikan Kim mengamati peluncuran roket itu, yang disebut Hwasong-12, yang dilaporkan terlihat saat pawai militer di Utara beberapa minggu yang lalu.

Rudal tersebut diangkat dari sebuah lokasi di sebelah barat laut Pyongyang, menurut militer Korea Selatan, dan menandai provokasi pertama Korut sejak Presiden baru Korea Selatan Moon Jae-in berkuasa.

KCNA mengatakan bahwa rudal tersebut mencapai ketinggian 2.211,5 kilometer dengan indikasi bahwa itu adalah jenis baru dari rudal balistik jarak menengah (IRBM).

“Uji coba rudal terbaru Korea Utara menunjukkan tingkat kinerja yang belum pernah terlihat sebelumnya dari rudal Korea Utara,” analisa proyek pemantauan yang berbasis di Washington Utara.

“Tampaknya tidak hanya menunjukkan rudal balistik jarak menengah (intermediate ballistic missile/IRBM) yang memungkinkan mereka menyerang pangkalan A.S. di Guam, namun yang lebih penting, dapat mewakili kemajuan substansial untuk mengembangkan rudal balistik antar-benua (ICBM),” tambah dia. (ed)

Editor: Eriec Dieda

Komentar