Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) ke-6, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno/Foto nusantaranews via youtube
Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) ke-6, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno/Foto nusantaranews via youtube

NUSANTARANEWS.CO – Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) ke-6, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, menilai bahwa paham liberalisme telah menyebar di setiap aspek kehidupan bangsa Indonesia.

“Politik kita sudah terinfiltrasi dengan paham-paham liberalis, bahkan sudah semua aspeknya mungkin, mulai dari ekonomi dan hal-hal kecil lainnya,” ungkapnya dalam diskusi dan bedah buku ‘Jati Diri, Doktrin dan Strategi TNI’ karya Marsekal Muda TNI (Purn) Teddy Rusdy di Auditorium Studi Budaya Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), Depok, Kamis (25/8/2016).

Menurutnya, perang yang terjadi di zaman serba teknologi ini bukanlah perang seperti dulu. Ia menyebutkan, perang sekarang ini lebih kepada menyerang pemikiran generasi muda, bukan lagi menggunakan senjata.

“Perang saat ini bukanlah menyasar tentara (TNI) secara langsung, tapi yang kita kenal sekarang adalah cyber war. Dan perang di zaman modern ini lebih menyasar kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari ideologi kita yang dihancurkan, politiknya diacak-acak, ekonominya dijajah dan bahkan budaya kita pun diracuni,” ujarnya menjelaskan.

Oleh karena itu, Try Sutrisno pun berharap, agar para generasi muda untuk terus saling mengingatkan tentang jati dirinya sebagai Bangsa Indonesia yang memiliki nilai-nilai kearifan lokal dan nilai-nilai luhur berbudi pekerti serta cinta tanah air yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Maka dari itu, kita harus saling mengingatkan. Jika ada seseorang yang ditanya jati dirinya sudah tidak bisa menjawab atau bertele-tele, maka patut diwaspadai bahwa dirinya telah kehilangan jati dirinya,” katanya. (Deni)

Komentar