NUSANTARANEWS.CO – Barang bukti lima ton bawang merah impor ilegal asal Malaysia hasil sitaan TNI Kodim 0320 Dumai, dimusnahkan dengan cara dikubur dan disaksikan pihak Balai Karantina setempat.

Pasi Intel Kodim 0320 Dumai Kapten (Czi) Eri Susanto menyebutkan, pemusnahan bawang yang diamankan di kawasan Selinsing Kecamatan Medang Kampai itu karena dapat menganggu kesehatan manusia jika dikonsumsi.

“Pemusnahan bawang merah dengan cara dikubur dalam tanah ini sebelumnya sudah berkoordinasi bersama balai karantina,” kata Eri kepada pers, Selasa (27/9).

Dijelaskan dia, bawang merah tidak dilengkapi dokumen resmi ini diamankan petugas saat melintas di jalan kawasan Selinsing Medang Kampai menggunakan dua truk pengangkut dengan perkiraan jumlah 500 karung.

Selain bisa mengganggu kesehatan, bawang ilegal itu juga bisa menjadi media pembawa organisme pengganggu tumbuhan sehingga harus segera dilakukan pemusnahan.

“Ratusan karung bawang merah ini kita timbun dalam tanah dengan menggunakan alat berat di lokasi Kelurahan Pelintung Kecamatan Medang Kampai,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, selain menyita dua unit truk dan bawang merah ilegal, TNI juga mengamankan tiga sopir dan kernet, masing-masing berinisial Jm, Ya, Nr untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Bawang merah Malaysia yang dibatasi masuk melalui pelabuhan Dumai tersebut direncanakan hendak dibawa ke Jalan Kelakap Tujuh Dumai dan bongkar di salah satu jalur pelabuhan perairan.

Pengungkapan penyelundupan bawang ilegal ini terus dilakukan Kodim ketika menerima informasi karena melanggar ketentuan karantina tumbuhan sehingga TNI AD ikut berpartisipasi melakukan pengawasan.

Diketahui, pembatasan pintu masuk bawang impor di Pelabuhan Dumai segera akan dibuka Kementerian Pertanian menyusul keluarnya Permentan Nomor 103 tahun 2016 tentang registrasi laboratorium penguji keamanan pangan segar asal tumbuhan negara Thailand. (Yudi/ant)

Komentar