Connect
To Top

TKA China, DPR Minta Pemerintah Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

NUSANTARANEWS.CO – Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di DPR RI, Mulfachri Harahap, mengingatkan agar Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) peka terhadap serbuan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang datang ke Indonesia baru-baru ini.

“Ya saya kira pemerintah harus sungguh-sungguh merespon masuknya secara deras tenaga kerja asing China,” ungkapnya kepada wartawan di Gedung Nusantara I DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (19/12/16).

Menurutnya, berdasarkan informasi yang ia dapatkan, masuknya TKA asal China itu hasil dari adanya kesepakatan yang terjadi diantara Indonesia dan Pemerintah China atau pihak swastanya.

Memang tak dapat dipungkiri juga, lanjut Mulfachri, dalam kerja sama tersebut juga ada klausul adanya keterlibatan tenaga kerja dari pihak penanam modal itu sendiri, dalam ini China.

“Kita dengan China bahwa proyek-proyek yang didanai oleh lembaga keuangan China atau yang dibiayai oleh China juga mengisyaratkan bahwa dalam pengerjaannya melibatkan tenaga kerja China,” ujar Anggota Komisi III itu.

Namun kendati demikian, Mulfachri mengatakan, yang harus dicermati lebih mendalam lagi adalah pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi terkait akan diciptakannya jutaan lowongan pekerjaan baru. Untuk itu, proyek-proyek yang tengah digarap Pemerintah saat ini harusnya dijadikan momentum bagi pekerja lokal.

“Saya kira lewat proyek-proyek itulah janji penambahan lapangan kerja baru dapat terealisasikan. Kalau dalam kerja sama mengisyaratkan masuknya TKA China, itu artinya menghilangkan kesempatan tenaga kerja kita yang nyata-nyata membutuhkan lapangan pekerjaan,” katanya.

Oleh karena itu, Mulfachri mengingatkan, sebaiknya pemerintah fokus menggenjot serapan tenaga kerja dalam negeri yang justru masih sangat membutuhkan pekerjaan.

“Kita tahu bahwa yang membutuhkan lapangan kerja masih sangat tinggi, pemerintah harus punya jalan keluar untuk masalah ini. Artinya menciptakan lapangan pekerjaan baru yang bisa menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar,” ujarnya.

Menurutnya, China melakukan hal tersebut karena tuntutan dalam negerinya dan hal semacam itulah yang seharusnya juga dilakukan oleh Indonesia.

“Saya bisa paham pemerintah China melakukan segala upaya untuk bisa menghidupi lebih dari 2 miliar penduduknya, termasuk dengan cara seperti yang saya jelaskan tadi mengisyaratkan masuknya tenaga kerja China,” ungkap Mulfachri.

Namun, Mulfachri menuturkan, pemerintah tetap harus mengutamakan kepentingan dalam negeri. Pasalnya, permasalahan tersebut juga saat ini tengah dirasakan oleh Indonesia.

“Permasalahannya buat kita adalah kita juga punya permasalahan yang sama dengan China. Mana yang lebih prioritas? Tentu tenaga kerja kita yang lebih prioritas. Betul kita membutuhkan investor dari luar di satu sisi, di sisi lain kita juga perlu jalan keluar terhadap tingginya angka kemiskinan, tingginya angka pengangguran dan seterusnya,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Mulfachri menambahkan, pemerintah harus lebih teliti lagi dalam mempelajari dan melakukan kerja sama kontrak kerja sama bisnis dan ekonomi dengan negara lain, khususnya dengan China. (Deni)

Komentar