Berita Utama

Tjahjo Kumolo Sebut Ada 6 Poin Krusial RUU Pemilu 2019

sambutan-menteri-dalam-negeri-tjahjo-kumolo-saat-bahas-ruu-pemilu-2019/foto: kemendagri
sambutan menteri dalam negeri tjahjo kumolo saat bahas ruu pemilu 2019/foto: kemendagri

NUSANTARANEWS.CO – Sekalipun Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 masih jauh, namun Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo optimis jika pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) akan segera rampun dalam waktu dekat. Dilansir dari laman resmi Kemendagri, Tjahjo Kumolo (58) mengaku ada sekitar 6 poin penting yang sangat krusial dalam RUU tersebut.

“Tidak mungkin ada yang terlewatkan, hanya 5-6 poin saja yang harus dibahas, itu yang menurut saya krusial,” ujarnya Tjahjo Kumolo secara tertulis, Kamis, (20/10/2016) di Jakarta.

Namun saat ditanya ihwal poin-poin penting terkait RUU Pemilu, politisi PDIP kelahiran 1956 itu enggan membeberkannya. Ia menilai kurang etis membocorkannya karena belum ada intruksi dari Presiden Joko  Widodo.

“Tidak mungkin ada yang terlewatkan, hanya 5-6 poin saja yang harus dibahas, itu yang menurut saya krusial.”

“Saya tidak mau mendahului sebelum Bapak Presiden menyampaikan Amanat Presiden kepada DPR karena kemungkinan ada yang berubah, ini harus diserasikan. Tetapi antara Kemendagri, Kemenkumham, Setneg, Setkab, KPU, bawaslu sudah rapat,” ungkapnya penuh yakin.

Ia menyebutkan Presiden Jokowi prinsipnya meminta agar UU Pemilu harus berlaku jangka panjang. “Jangan setiap saat diganti, jangan sampai timbul masalah di mana ada gugatan ke MK, aspirasi masyarakat harus ditampung, kedaulatan parpol, DPR, Presiden juga harus ditampung,” tegasnya.

Tjahjo juga menambahkan jika ada pasal atau ayat yang bagus juga tidak perlu diubah. “Antisipasi pemilu bersamaan antara pilpres dan pileg juga harus dilakukan,” pungakasnya. (Adhon/Red)

Komentar

To Top