Peneliti senior LSI Denny JA, Adjie Alfaraby memaparkan analisa dan temuan survei terbaru Pilkada DKI/Foto: poskotanews.com
Peneliti senior LSI Denny JA, Adjie Alfaraby memaparkan analisa dan temuan survei terbaru Pilkada DKI/Foto: poskotanews.com

NUSANTARANEWS.CO – Menurunnya elektabilitas Calon Gubernur (Cagub) Petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebesar 16% yang disajikan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) ditanggapi santai Anggota Tim Pemenangan pasangan Cagub-Cawagub Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, Guntur Romli.

Menurutnya, hasil survei yang menunjukkan penurunan elektabilitas Ahok dari LSI tersebut akan dijadikan bahan evaluasi bagi Tim Pemenangan.

“Kami melihat hasil hasil survey itu apapun hasilnya yang negatif dan yang positif adalah bahan kami untuk evaluasi,” ungkapnya kepada wartawan saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (8/10).

Meskipun saat ini elektabilitas Ahok tengah mengalami penurunan, Guntur mengatakan, belum tentu ke depannya akan terus seperti ini. Untuk itu, lanjutnya, tentu saja hal ini akan menjadi cambukan bagi Tim Pemenangan untuk bekerja lebih giat dan keras, agar elektabilitas Ahok bisa kembali naik.

“Ya kami anggap sebagai bahan evaluasi. Dia (LSI) menunjukkan suara Ahok yang sedang menurun. Kami anggap ini alarm bagi kami,” katanya singkat.

Sekadar informasi, saat ini tengah santer pemberitaan dan laporan kepada pihak kepolisian yang menuduh bahwa pernyataan Ahok yang membawa-bawa surat Al Maidah sebagai sebuah penistaan terhadap Agama Islam.

Bahkan beredar isu juga salah satu partai pengusung pasangan Ahok-Djarot, yakni Partai Golkar, akan menarik dukungannya. Apakah ini yang menjadi penyebab menurunnya elektabilitas Ahok?. (Deni)

Komentar