Ilustrasi Penderita Alzheimer/Istimewa
Ilustrasi Penderita Alzheimer/Istimewa

NUSANTARANEWS.CO – Ada tiga penyakit yang kehadirannya paling ditakutkan oleh banyak orang di dunia. Tiga penyakit ini, selama ini seringkali tidak menemukan obat penyambuhnya. Sehungga mereka yang memiliki penyakit ketiga tersebut, harus menderita selama hidupnya.

Nah, memasuki tahun baru 2017, tentu setiap orang menautkan harapan baru di dalam hidupnya masing-masing. Harapan-harapan tersebut mencakup semua hal. Harapan yang paling utama adalah diberi kesehatan yang optimal. Sehingga harapan lainnya dapat diraih dengan daya hidup yang sehat.

Dalam dunia kesehatan pun demikian, dimana para ilmuwan berharap mampu menemukan obat yang manjur dalam mengobati beberapa penyakit mematikan yang selama ini dianggap tidak ada obat. Sekalipun ada yang selamat dari ketiga penyakit ini, masih dinilai sebagai anugerah dari Tuhan.

Apa saja ketiga yang dimaksud itu? Yang oleh para ahli kesehatan dunia belum ada obatnya? Hasil penelitian yang dipublikasikan di medicaldaily.com, menyebutkan bahwa ketiga penyakit mematikan itu ternyata bisa disembuhkan.

Pertama, HIV

Pada bulan Oktober 2016 lalu, peneliti memulai uji klinis untuk menemukan obat yang bisa memberantas virus HIV dari dalam tubuh seseorang. Ketika obat baru tersebut dicoba pada pasien HIV, tidak ditemukan kembali jejak virus HIV di dalam darahnya. Namun para peneliti mengklaim bahwa mereka butuh melakukan penelitian lebih lanjut.

Disamping itu, ada sebuah hipotesa bahwa sari buah nanas busa menangkal HIV/AIDS. Hipotesa ini dilakukan oleh sekelompok peneliti di Swiss German University. Dimana berdasarkan penelitian yang dilakukan, virus HIV/AIDS yang sejenis protein ini hanya bisa dilawan dengan jenis enzim proteolitik.

Enzim jenis ini, kata peneliti diduga bisa menghancurkan protein dari virus HIV/AIDS tersebut. Jenis enzim yang bisa memerangi HIV/AID adalah enzim papain yang berasal dari getah papaya. (Baca: Sebuah Riset Sebut Sari Buah Nanas Bisa Tangkal Virus HIV/AIDS)

Dirinya juga mengaku bahwa enzim bromelain yang dihasilkan dari sari buah nanas disebut-sebut juga memiliki manfaat yang sama. Berdasarkan percobaan awal di laboratorium, enzim bromelain memiliki aktifitas yang lebih kuat terhadap virus HIV.

Riset ini kemudian dilanjutkan dengan memfokuskan pada enzim bromelain sebagai obat alternatif terhadap virus HIV.  Dalam uji lab dengan mengikubasikan enzim bromelain (kemurnian teknis) dengan plasma darah yang mengandung virus HIV (uji in vitro), selama 4 jam pada suhu 37oC, bromelain menunjukan kemampuan untuk membunuh virus HIV pada konsentrasi diatas 10 mg/mL. (Baca: Bersama Berantas AIDS Lahir Batin)

Kedua, Alzheimer

Penyakit Alzheimer bukanlah sesuatu yang diinginkan oleh siapapun, namun sebagai tetangga, keluarga, dan teman, kita harus memberikan perhatian kepada para penderita Alzheimer. Jangan malah sebaliknya, kita memberikan perlakukan kasar kepadanya. Bahkan mengasingkannya ke panti jompo. (Baca: Cerdas dan Bijak Menyikapi Penderita Alzheimer)

Sebab, sikap-sikap yang ditunjukkan oleh para penderita Alzheimer sesungguhnya di luar batas kesadarannya. Jangan tambahi beban psikologi mereka dengan umpatan-umpatan dan maki-makian yang justru akan membuat jatuh mentalnya. Para penderita Alzheimer butuh perhatian dan kasih sayang guna perbaikan psikologisnya. Jika kondisi mentalnya semakin kuat, maka peluang untuk memulihkan ingatan-ingatannya akan semakin mudah.

Baca: Santan Kelapa Berkhasiat Cegah Resiko Penyakit Alzheimer | Buah Tomat Lindungi Otak Dari Demensia dan Alzheimer | Blueberry Mampu Lindungi Otak Dari Demensia dan Alzheimer

Penelitian yang berasal dari laboratorium Merck menemukan bahwa pengobatan eksperimental dari lab ini mampu mengurangi efek buruk dari penyakit Alzheimer yang menyerang otak. Obat terapi terbaru ini dikatakan bisa menurunkan kadar protein amyloid yang menciptakan plak di otak yang berhubungan dengan penyakit Alzheimer. Hingga saat ini masih dilakukan uji coba klinis yang diprediksi akan diketahui hasilnya di bulan Juli 2017.

Ketiga, Ebola

Ebola telah menjadi penyakit yang mengguncang dunia kesehatan karena sifatnya yang mematikan dalam waktu cepat. Sejak Juni 2015, para peneliti telah bekerja keras guna memvalidasi vaksin Ebola pertama yang akan mematikan virus ini sehingga tidak bisa berkembang dalam tubuh. Vaksin ini akan bekerja dengan cara mengidentifikasi protein dalam virus yang menghambat respon imun inang sehingga virusnya tak menjadi semakin parah.

Sistem pertahanan virus penyakit diketahui semakin kuat setiap tahunnya. Sehingga perlu ditemukan obat yang ampuh untuk membunuhnya. Beberapa contohnya seperti penjelasan di atas. Semoga obat-obatan yang ditemukan benar-benar efektif untuk membunuh serangan virus. (ris/sel/red-02)

Komentar