ISIS/Foto Istimewa/Nusantaranews
ISIS/Foto Istimewa/Nusantaranews

NUSANTARANTARANEWS.CO – Di tengah berbagai opini publik dunia tentang keberadaan kelompok ekstrimis bernama Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Syiria yang dianggap menakutkan, deretan fakta-fakta unik tentang kelompok ini justru berbanding terbalik di Indonesia.

Berdasarkan hasil riset salah satu lembaga survei, terindikasi kuat ada beberapa fakta unik tentang ISIS di Indonesia. Juga tentang bagaimana corak masyarakat Indonesia menyikapi keberadaan ISIS. Berikut ini tiga fakta unik ISIS di Indonesia:

7,5 Juta Penduduk Indonesia Anggap ISIS Tak Berbahaya
Ketika negara-negara dunia tengah ramai mengaku khawatir dengan keberadaan kelompok ISIS, sebaliknya sebagian masyarakat Indonesia menganggap ISIS tak berbahaya. Dalam hasil survei nasional yang dilakukan Mei 2017 lalu, ada sekitar 7,5 juta lebih penduduk Indonesia menilai ISIS tak perlu ditakutkan.

Saiful Mujani Research and Consulting dalam rilis surveinya menemukan hasil mengejutkan. Dimana sebanyak 3,7% dari 89,3% atau sekitar 7,5 juta lebih dari jumlah total penduduk Indonesia menganggap jika benar keberadaan ISIS ada, mereka menilai tak takut dan dianggap tak membahayakan NKRI.

ISIS Populer di Indonesia
Dalam survei tersebut pula, ISIS ternyata sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Ini menyusul hasil survei yang sama, bahwa sebanyak 66,4% atau sekitar 150 juta lebih warga Indonesia mangaku tak asing lagi dengan ISIS atau Negara Islam Irak dan Syiria.

Fakta-fakta itu menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia cukup tahu ISIS. Dengan kata lain, ISIS cukup populer di Indonesia.

Keluarga Pimpinan ISIS Ada di Indonesia
Badan Intelijen Negara (BIN) berhasil mengungkap fakta mengejutkan lain terkait pemimpin ISIS bernama Abu Bakr al Baghdadi. Diketahui terdapat keluarga dari Pimpinan ISIS yakni al Baghdadi yang berada di Indonesia. Hal ini dibenarkan oleh Direktur Komunikasi dan Informasi BIN Wawan Hari Purwanto yang mengatakan keluarga al Baghdadi ini berada di Solo, Jawa Tengah. Namun, identitas mereka tidak bisa disebutkan.

“Ya, gak boleh kalau nama dan sebagainya,” ujar dia dikutip dari JPNN. Yang pasti, hubungan kekeluargaan ini sangat erat. Mereka terhubung dalam satu klan yang berasal dari Yaman, Timur Tengah.

“Terafiliasi dengan yang di Yaman,” papar lelaki yang sempat dijuluki pengamat intelijen yang merekatkan wawasan kebangsaan tersebut. Yang paling penting, keluarga al Baghdadi ini ternyata menolak pemahaman terorisme ISIS yang digelorakan Baghdadi. Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir.

Editor: Romandhon

Komentar