Ekonomi

Theresa May Antusias pada Trump Soal Perjanjian Perdagangan

Perdana Menteri Inggris, Theresa May
Perdana Menteri Inggris, Theresa May/Foto IST

NUSANTARANEWS.CO – Perdana Menteri Inggris, Theresa May mengaku kalau dirinya sangat senang karena diberikan kesempatan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membuat kesepakatan perdagangan antara Inggris dan AS. May menuturkan bahwa hal itu merupakan prioritas utama Inggris.

May mengatakan kalau dirinya menginginkan pembicaraan perdagangan bebas  dengan AS harus berorientasi ke depan. “Ini akan memakan waktu kerja secara terperinci,” katanya kepada para pemimpin dari Partai Republik dalam sebuah pidato di Philadelphia.

“Tapi kami menyambut keterbukaan untuk diskusi ini dan berharap bahwa kita dapat membuat kemajuan sehingga di mata global Inggris yang baru pasca Brexit lebih siap untuk tetap percaya diri di kancah dunia,” sambung May.

Sebelum keluar dari Uni Eropa, kata dia, Inggris hanya diperbolehkan bicara tentang penawaran dengan mitra baru serta tidak dapat membuat langkah kongkret untuk menegosiasikan perjanjian perdagangan bebas. “Tapi, kesepakatan baru harus bekerja untuk kedua belah pihak dan melayani  kepentingan nasional kita,” imbuhnya.

“Ini harus membantu untuk tumbuh ekonomi kita masing-masing dan untuk memberikan terampil, pekerjaan dibayar tinggi serta masa depan bagi orang-orang di seluruh Amerika dan di Inggris,” katanya.

Menurut May, Inggris adalah tujuan ekspor terbesar kelima Amerika Serikat. “Sementara pasar hampir seperlima dari ekspor global dari kita,” ungkap May.

Sekadar informasi, Amerika Serikat merupakan tujuan utama dan terbesar investasi Inggirs (UK) dan sebaliknya. “Perusahaan Anda berinvestasi atau berkembang di Inggris pada tingkat lebih dari 10 proyek seminggu,” ucapnya.

Perdana Menteri mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan Inggris diinvestasikan di setiap negara bagian AS. Begitu pula halnya dalam hubungan militer AS dan Inggris sehingga kedua negara disebut May merupakan jalinan kemitraan salah satu terluas dan terdalam di dunia. Demikian laporan Independent. (Sego/Er)

Komentar

To Top