Connect
To Top

Thailand Mulai Mempersiapkan Diri Menjadi Pusat Manufaktur Kendaraan Listrik

NUSANTARANEWS.CO – Tata Dunia Baru akan segera datang dalam waktu kurang setengah abad ke depan. Tanda-tanda Situasi Batas yaitu puncak dari arus globalisasi gelombang kedua kian banyak di berbagai dengara. Mulai dari negara adikuasa Amerika Serikat, Jerman, Jepang, dan Thailand. Indonesia barangkali sedang mempersiapkan diri untuk menyongsong kehidupan di dunia global gelombang ketiga.

Kini yang pasti, Thailand menunjukkan salah satu kesiapannya menerima kehadiran zaman baru. Persisapan yang dilakukan pemerintah Thailand berupa dukungan terhadap produksi lokal Mobil Listrik dengan adanya insentif pajak. Pemerintah Negeri Gajah Putih rupanya sudah bersiap diri dengan niat menjadikan mobil listrik diproduksi secara lokal.

Tidak-tidak tanggung-tanggung, Menteri Keuangan Thailand siap menawarkan insentif pajak demi mendorong prudusen otomotif merakit mobil listrik di dalam negeri. Dengan demekian, pemerintah Thailand tidak mendukung impor mobil listrik secara utuh (Completely Built-Up/CBU). Sebagaimana diberitakan Bangkok Post, Selasa (9/8) bahwa Wakil Perdana Menteri Thailand, Somkid Jatusripitak mengistruksikan Departemen Cukai supaya mempertimbangkan hak pajak untuk mendorong produksi kendaraan listrik di dalam negeri.

Motif di balik instruksi Somkid Jatusripitak tak lain dan tak bukan adalah bagian dari usah menyulap Negeri Gajah Putih itu menjadi pusat manufaktur kendaraan listrik. Untuk itu, Direktur Jenderal Departemen Cukai Somchai Poolsavasdi pun bersedia memangkas pajak kendaraan listrik.

Tidak hanya itu, Departemen Cukai ternyata sudah mulai memberlakukan tarif pajak sebesar 10 persen pada kendaraan listrik. Hal itu jauh di bawah jenis kendaraan lain yang mencapai 14-35 persen.

Sementara Direktur Jenderal Departemen Bea Cukai, Kulit Sombatsiri mengatakan, wacana insentif pajak untuk mempromosikan kendaraan listrik perlu ada pembahasan dengan instansi pemerintah terkait sebelum mengambil keputusan. Termasuk salah satunya dengan Kementerian Industri. “Terlepas dari bea, tarif pajak kendaraan listrik juga didasarkan pada stiker ECO kendaraan tersebut, yang menunjukkan tingkat emisi karbon dioksida,” katanya seperti dikutip detik. (MRH/SS/Red-02)

Komentar