Kapal pesiar Caledonian Sky menabrak terumbu karang yang dilindungi di kawasan Raja Ampat pada Sabtu, 4 Maret/ Foto: Dok. Stay Raja Ampat (fb)
Kapal pesiar Caledonian Sky menabrak terumbu karang yang dilindungi di kawasan Raja Ampat pada Sabtu, 4 Maret/ Foto: Dok. Stay Raja Ampat (fb)

NUSANTARANEWS.CO, Irian Jaya – Kepala Riset Sumber Daya Laut Pasifik, Ricardo Tapilatu menyampaikan bahwa serudukan kapal pesiar Noble Caledonia yang menabrak terumbu karang di lokasi wisata Raja Ampat seluas kurang lebih 1.600 meter persegi menyebabkan kerusakan yang signifikan.

Peristiwa yang merusak ekosistem bawah kaut tersebut dinyatakan telah selesai dievaluasi secara resmi sejak kejadian itu berlangsung minggu lalu. Seperti yang dilaporkan kantor berita Inggris, The Guardian, Hancurnya terumbu karang Raja Ampat oleh kapal pesiar seberat 4.290 ton tersebut terjadi akhir pekan lalu, Sabtu (4/3/2017). Tepatnya, usai penumpang Noble Caledonia singgah di Kepulauan Waigeo untuk mengamati burung.

“Kapal tersebut entah mengapa tiba-tiba menyeruduk terumbu karang di wilayah Raja Ampat dan merusak habitat alaminya. Kapal kemudian terjebak tak bisa bergerak,” kisah Ricardo kepada The Guardian yang dikutip patas.id.

“Sebuah kapal penarik kemudian didatangkan dari Sorong untuk menarik kapal pesiar tersebut kembali ke laut. Penarikan kapal seharusnya tidak dilakukan karena semakin merusak terumbu karang yang sudah rusak akibat tabrakan sebelumnya. Harusnya mereka menunggu sampai air pasang sehingga kapal bisa mengapung sendiri tanpa perlu ditarik,” lanjutnya.

Seperti dilaporkan, kapal pesiar tersebut kemudian melanjutkan perjalan setelah pihak berwajib selesai melakukan pemeriksaan.

Kepada awak media, pihak perusahaan menuturkan bahwa, rusaknya terumbukarang Raja Ampat merupakan kecelaan yang sangat disangkan.

“Noble Caledonia berkomitmen penuh atas perlindungan lingkungan,” terang juru bicara perusahaan.

Tidak hanya itu, pihak perusahaan pun berjanji akan bekerja sama dengan pihak pemerintah Indonesia untuk mengatasi kerusakan yang ada. Sebab terumbu karang Raja Ampat sudah hancur lebur keadaannya.

Bagi Ricardo, habitat dan ekosistem terumbu karang yang rusak mencakup hancurnya enam jenis batu karang langka termasuk acropora, porites, montipora, dan stylophora.

“Padahal untuk membangun habitat alami terumbu karang makan waktu berpuluh-puluh tahun,” kata Ricardo tegas.

Menurut laporan yang dikutip nusantaranews.co, tim evaluasi memperkirakan Noble Caledonia harus membayar ganti rugi kerusakan terumbu karang Raja Ampat sebesar $800-$1,200 atau sekitar RP10,6-16 juta per meter persegi atau total sekitar 17-25 miliar.

Menurut Ricardo, uang ganti tersebut akan digunakan untuk menghidupkan kembali habitat alami terumbu karang serta memasang pembatas laut agar kapal-kapal raksasa seperti Noble Caledonia tidak menyerobot masuk ke wilayah perairan dangkal seenaknya. (rep/rsk)

Editor: Sulaiman

Komentar