Nasirun - 1997 - Jatilan (200x145) Oil Paint on Canvas. Dokumentasi Edwin's Gallery (archive.ivaa-online.org)
Nasirun - 1997 - Jatilan (200x145) Oil Paint on Canvas. Dokumentasi Edwin's Gallery (archive.ivaa-online.org)

TERIAK ANAK NEGERI

Dari ujung Kulon aku berteriak
Wahai muka hitam rambut keriting
Tampakan gigi putih senyum manismu
Pancarkan kilau emas Freeport dari tanahmu

Aku banggakan kamu karena persatuan budaya dan alammu
Akan aku pertahankan dan aku pertaruhkan jiwaku
Untuk kamu saudaraku bermuka hitam
Bergigi putih yang selalu tersenyum manis

Wahai kalian saudaraku dari ujung Barat, di ujung Selatan dan Utara
Dari puncak Papua aku berteriak kepadamu
Tampakan batu bara, timah, biji besi dan semua hasil alammu
Untuk atap rumah kita, Bangsa Indonesia

Wahai saudaraku, aku mendengar teriakkan kalian
Merdu dan nyaring alunan suara kalian dari Barat dan Timur
Mari bersama, kita berteriak untuk rumah kita
Kita bangunkan dan sadarkan akan mereka yang lupa

Mencintai dan menyayangi
Dari Manado, Papua, Jawa, Batak, Dayak hingga kalian melayu
Serentak kalian ingatlah pilar Bangsa kita
Bhineka Tunggal Ika

Lambang kegagahan kita Burung Garuda
Gabungan rupa-rupa daerah itu artinya
Lima sila yang menuntun aklak dan moral kita
Dengan UUD 1945 sebagai sumber dari peraturan kita

Beraneka warna kulit, beraneka bahasa dan suku Bangsa
Ada pada kita semua

Apa yang kita miliki belum tentu dimiliki tetangga kita
Kelola dan pertahankan dengan baik dan bijaksana
Agar anak dan cucu kita kelak
Masih dapat menikmati apa yang saat ini kita nikmati

Komodo, Anoa, Babi, Rusa dan juga Harimau
Kelapa sawit, Singkong, Padi dan jagung
Adalah bagian dari kehidupan kita
Bagai pohon beringin besar rindang yang mengayomi
Dari kelaparan dan kepanasan

Bangsaku adalah jantung dunia
Paru-paru penyaring polusi peradapan Dunia
Tentu jantung dan paru-paru memiliki kaki dan kepala
Karena itu sehatkanlah jiwamu wahai Bangsaku

Bangsa yang telah merdeka
Bangsa yang memiliki wibawa
Bangsa yang memiliki pesona
Adalah kita, Bangsa Indonesia

Baca: Puisi-Puisi Pamflet Lainnya

Wiempie satria Nusantara
Wiempie satria Nusantara

Wiempie Satria Nusantara, penulis puisi-puisi kritik terhadap segenap kesenjangan dan ketidakadilan di negeri ini. Sudah menerbitkan buku puisi tunggal. Beberapa puisi sering dibacakan diberbagai acara.

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Komentar