Tentara Rusia Rela Tewas Agar Teroris Tak Masuk Ke Pangkalan Militer. Foto crop: Nusantaranews
Tentara Rusia Rela Tewas Agar Teroris Tak Masuk Ke Pangkalan Militer. Foto crop: Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Seorang tentara Rusia telah terbunuh dalam sebuah serangan terhadap sebuah pasukan tentara Suriah oleh teroris. Mayor Sergei Bordov tewas dalam serangan tersebut karena dengan berani membantu menghentikan para teroris memasuki pangkalan militer.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan Rusia berbunyi: “Di Suriah, penasihat militer Rusia Mayor Sergei Bordov terbunuh sebagai akibat serangan militan. Petugas tersebut adalah anggota unit pelatihan tentara Suriah,” ujar pernyataan tersebut seperti dikutip Daily Express.

Ditambahkan, selama masa perang petugas tersebut menderita luka kritis. “Mayor Sergei Bodrov diberi sebuah dekorasi negara secara anumerta.” Dalam peristiwa nahas tersebut, dua tentara Rusia dan dua tentara Suriah tewas. Kata seorang sumber terdekat Vyacheslav Pavlyuchenko.

Maj Bordov adalah salah satu perwira Rusia berpangkat tertinggi yang terbunuh di Suriah. Pavlyuchenko mengatakan bahwa Bordov memimpin sebuah misi pengintaian dua tahun lalu namun dia tidak mengetahui peran mayor saat ini dalam operasi Suriah.

Pavlyuchenko mengatakan jenazah Bordov akan dikirim ke unit militernya di kota Krimea Sebastopol pada hari Jumat dan penguburannya harus dilakukan di kota asalnya Simferopol pada hari Sabtu.

Pada tanggal 16 Juni, Sersan Rusia Andrei Timoshenkov meninggal di rumah sakit sehari setelah dia melakukan pertempuran melawan pelaku bom bunuh diri sambil menjaga titik distribusi bantuan kemanusiaan di provinsi Homs. Prajurit tersebut melepaskan tembakan ke salah satu dari tiga kendaraan yang berisi bahan peledak dan menghentikannya, ia kemudian mengalami luka dalam sebuah ledakan.

Rusia telah mendukung presiden Suriah Bashir al-Assad dan bergabung dengan aksi militer sejak 30 September 2015. Kementerian pertahanan mengatakan sekitar 30 tentara Rusia tewas sejak dimulainya operasi Kremlin di negara Timur Tengah.

Pewarta: Eriec Dieda
Editor: Achmad Sulaiman

Komentar