Berita Utama

Temuan Menghebohkan Genteng Warga Berlogo Palu Arit

Genteng Berlogo Palu Arit Ditemukan Di Lumajang. Foto via Detik
Genteng Berlogo Palu Arit Ditemukan Di Lumajang. Foto via Detik

NUSANTARANEWS.CO – Warga desa Boreng, Kecamatan Kota Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (21/1/2017) digegerkan dengan temuan mengejutkan genteng berlogo palu arit. Tumpukan ratusan genteng yang berstempel lambang PKI (Partai Komunis Indonesia) ini ditemukan disebuah rumah tua tak berpenghuni.

Berdasarkan keterangan Polres Lumajang, genteng-genteng tersebut merupakan milik warga Boreng bernama Imam/Supiani. Saat ini pemilik sudah meninggal dunia.

“Di Lumajang saat ini tidak ada PKI. Itu bangunan sudah tua, ketemunya saat dibongkar, lalu dibersihkan. Jadi genteng itu tebal dengan tanah. Saat digosok itulah baru ketemu jika berlogo mirip palu-arit,” kata Humas Polres Lumajang Ipda Dimas Sugeng Widodo Dimas dilansir dari Detik.

Diduga genteng-genteng ini telah berusia puluhan tahun. Kapolres Lumajang AKBP Raydian Kokrosono menjelaskan bahwa bahwa genteng dengan cetakan palu arit itu diperkirakan telah diproduksi sekitar tahun 1960-an.

“Di Lumajang tidak ada PKI. Jadi tidak berkembang. Kita sudah pastikan tidak ada PKI di Lumajang. Karena (genteng) itu produksi lama, yakni sekitar tahun 1962,” bebernya.

Saat ini barang bukti telah diamankan oleh pihak Polres. Sementara untuk ahli waris yang bersangkutan juga sudah didata dan tidak ada masalah.

Sementara itu, berdasarkan laporan akhir tahun Nusantaranews mencatat sepanjang tahun 2016 berbagai temuan ganjil terkait lambang (simbol) palu arit marak ditemui. Terbaru pada Desember 2016 lalu, warga Kota Langsa dihebohkan atribut PKI terpajang di dinding luar Kampus IAIN Cot Kala, Desa Meurandeh Langsa Lama. Juga pengibaran bendera Cina di Maluku Utara.

Sementara itu beredar pula lambang palu arit dalam uang pecahan seratus ribuan. Tak hanya itu, pada Agustus 2016 lalu, Nusantaranews juga mencatat temuan spanduk/lukisan yang memampangkan wajah tokoh DN Aidit gembong PKI. Ironisnya, wajah Aidit ini disengaja diselipkan diantara deretan parapahlawan nasional di Bandara Internasional, Soekarno-Hatta (Soetta). (Adhon/Red-01)

Komentar

To Top