Ekonomi

Tax Amnesty Jokowi Melejit, Pengamat: Ini Surprice

IMG-20160929-WA0012
diskusi publik bertema 'Mampukah Program Tax Amnesty Mendorong Penerimaan Negara' di Jakarta, Kamis (29/9)/Foto Restu

NUSANTARANEWS.CO – Pengamat Perpajakan Yustinus Prastowo mengaku surprice atau terkejut dengan perolehan deklarasi Tax Amnesty pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang terus melejit di detik-detik terakhir Periode I ini. Bahkan, ia memprediksi perolehan Tax Amnesty akan terus melejit hingga Jumat (30/9) besok.

“Padahal dulu kami meramalkan paling hanya akan tercapai Rp 80-100 triliun. Bahkan BI sangat pesimis. Saat itu BI meramalkan Tax Amnesty di Periode I ini hanya akan mencapai Rp 60 triliun lalu diralat lagi menjadi Rp 20 triliun,” tuturnya dalam sebuah diskusi publik bertema ‘Mampukah Program Tax Amnesty Mendorong Penerimaan Negara’ di Jakarta, Kamis (29/9).

Dikutip dari http//pajak.go.id/statistik-amnesti nilai Deklarasi Pajak hingga Kamis (29/9) pukul 22:34 WIB tercatat Rp 3.184 triliun. Komposisinya adalah repatriasi Rp 130 triliun, Deklarasi Luar Negeri Rp 882 triliun, dan Deklarasi Dalam Negeri Rp 2.171 triliun.

Dengan uang tebusan berdasarkan Surat Setoran Pajak (SSP) Rp 93,5 triliun. Nilai realisasi tersebut berdasarkan SSP yang mencakup tebusan amnesti pajak Rp 90,1 triliun, pembayaran tunggakan pajak Rp 3,06 triliun dan pembayaran penghentian pemeriksaan bukti permulaan Rp 33,6 miliar

Berdasarkan komposisi uang tebusan berdasarkan Surat Pernyataan Harta (SPH) yang masuk mencapai Rp 79,4 triliun terdiri dari orang pribadi non UMKM sebesar Rp 68,8 triliun, badan non UMKM sebesar Rp 8,08 triliun, orang pribadi UMKM sebesar Rp 2,36 triliun dan badan UMKM sebesar Rp 154 miliar. (Restu)

Komentar

To Top