Ekonomi

Tax Amnesty Berpotensi Membuat Citra Indonesia Jadi Buruk di Mata Dunia

Kardaya Warnika
Kardaya Warnika/Nusantaranews Photo/Rere Ardiansah

NUSANTARANEWS.CO – Sudah hampir dua bulan program pengampunan pajak alias Tax Amnesty dijalankan, tapi masih sepi peminat. Hingga saat ini, berdasarkan data dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan, dana repatriasi yang sudah masuk tembus hingga Rp12 triliun, kemudian deklarasi harta dari luar negeri mencapai Rp29,1 triliun. Perolehan tersebut masih jauh dari target deklarasi harta hingga tahun 2017 yang mencapai Rp4.000 triliun dan dana repatriasi yang ditargetkan hingga akhir tahun ini sebanyak Rp165 triliun.

Melihat kenyataan tersebut, Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Kardaya Warnika mengimbau kepada pemerintah untuk memaksimalkan dan menyukseskan program tax amnesty. Caranya, dengan mengimplementasikan pasal-pasal yang tercantum di dalam Undang-Undang dengan baik.

“Misalnya seperti sosialisasi hingga inovasi di KPP (Kantor Pelayanan Pajak),” kata Kardaya, dalam diskusi publik bertema “Geger Tax Amnesty”, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/9/2016).

Begitu juga, tambah Kardaya, terkait dana tebusan yang telah ditetapkan sebesar Rp165 triliun. Karena target tersebut telah dimasukan ke dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016.

Jika target tersebut tidak tercapai lanjut Kardaya, reputasi negeri ini menjadi buruk di mata dunia.

“Karena mereka negara lain pasti mikir, ada Tax Amnesty saja tidak mau, apalagi jika tidak diberi Tax Amnesty,” tandasnya. (Restu)

Komentar

To Top