Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan/Foto Deni/Nusantaranews
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan/Foto Deni/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum Of Understanding / MOU) bersama Menteri Koordinator Kebijakan dan Energi Swedia, Ibrahim Baylan, Jumat, (17/02/2017) kemarin.

Menteri Jonan menyampaikan bahwa MOU Indonesia-Swedia tersebut mencakup kerjasama pengembangan energi terbarukan; efisiensi dan konservasi energi; peningkatan kapasitas melalui kerjasama pendidikan dan pelatihan serta kerjasama dalam penelitian dan pengembangan.

“Dengan kerja sama ini memberikan jalan yang lebih advance untuk pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) terutama hidro dan angin sehingga tercapai target EBT sesuai dengan Kebijakan Energi Nasional (KEN),” paparnya lewat keterangan tertulis yang dikutip nusantaranews, Sabtu (18/2/2017).

Menurut Jonan, melalui penandatanganan MOU ini diharapkan investasi langsung dari Swedia di sektor energi bisa ditingkatkan. MOU juga ditargetkan mendorong kerja sama bisnis Indonesia-Swedia dalam bentuk proyek bersama, pembentukan Joint Venture Company, pembiayaan dan asuransi proyek sektor energi baru terbarukan.

“Dengan berkurangnya energi fosil, pengembangan EBT sangat diperlukan. Disini kami berbagi pengalaman dengan Indonesia untuk melakukan aksi yang praktikal,” papar Menteri Koordinasi Kebijakan dan Energi Swedia, Ibrahim Baylan.

Kerjasama bilateral Indonesia dan Swedia sudah berlangsung secara intensif. Saat ini kegiatan kerjasama yang sedang berlangsung antara lain Sustainable Energy Solution for Balikpapan City; Payakumbuh Sustainable Waste Management serta Denpasar and Yogyakarta Landfill Project. Feasibility Study of waste to energy untuk kota Payakumbuh dan Balikpapan sudah selesai pada bulan November 2016. Hasil feasibility study sedang direview Scientific Board Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian ESDM.

Salah satu kerja sama Indonesia-Swedia yang telah menghasilkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) yang terletak di Tempat Pembuangan Akhir Kawatuna, Palu pada tahun 2015. PLTBg ini memiliki kapasitas sebesar 50 KW.

Program kerjasama pertama antara Indonesia dan Swedia bernama Initiative for Sustainable Energy Solutions (INSISTS), dimulai tahun 2013. INSIST adalah Centre for Excellence yang dibentuk oleh Dewan Energi Nasional (DEN) bekerjasama dengan Swedish Energy Agency (SEA). INSISTS dibangun dengan tujuan untuk membangun kolaborasi dalam pengembangan dan penguatan kemampuan inovasi teknologi sektor energi melalui peningkatan kapasitas dan transfer teknologi serta membangun kolaborasi antar pemerintah (pusat dan daerah), perguruan tinggi, lembaga penelitian dan industri.

Sehari sebelumnya (16/02), telah berlangsung Indonesia-Sweden Energy Forum dengan tema Energy Solutions for Archipelago Nation. Forum energi ini dihadiri oleh sekitar 20 BUMN, asosiasi dan perusahaan Indonesia di sektor energi dan 15 perusahan energi asal Swedia. (Sujatmiko)

Editor: Sulaiman

Komentar