Peristiwa

Takut Longsor Warga Senepo Ponorogo Mulai Mengungsi

RUMAH WARGA DESA SENEPO, SLAHUNG, PONOROGO TERANCAM LONGSOR/FOTO MUH NURCHOLIS/Nusantaranews
RUMAH WARGA DESA SENEPO, SLAHUNG, PONOROGO TERANCAM LONGSOR/FOTO MUH NURCHOLIS/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Ponorogo – Bencana Tanah longsor terus menghantui warga masyarakat Kabupaten Ponorogo, Jatim. Setelah musibah tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, kini ancaman longsor juga membuat ratusan kepala keluarga di Desa Dayakan, Kecamatan Badegan juga mengungsi. Pasalnya ancaman bencana longsor sudah terlihat.

Beberapa wilayah terancam longsor di Kabupaten Ponorogo berada di beberapa wilayah mulai Pulung, Sooko, Ngebel, Pudak, Sawoo, Badegan, Sambit, Ngrayun, Bungkal, Slahung, Samping dan Balong. Kini ancaman longsor yang diawali tanah gerak membuat beberapa rumah warga retak terjadi di Dukuh Kowong dan Genuk, Desa Senepo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo.

Informasi dari Kepala Desa Senepo, Lasmono warga sudah mulai mengungsi kalau malam hari. “Beberapa ruas jalan sudah terkena longsor dan rumah warga juga ada yang retak dan bahkan nyaris roboh,” ujar Lasmono, Jum’at (14/4/2017).

Adapun daftar Kepala Keluarga yang terancam longsor di RT 004, RW 002, Dukuh Kowong, Desa Senepo dan sudah mulai mengungsi antara lain Laksmi (65 th), Langkir (67 th), Sutrisno (35 th), Jarno (65 th), Edi Susanto (38 th), Misman (40 th), Boimin (70 th), Suyuti (43 th), Katiman (42 th), Haryono (52 th), Bari (35 th), Bandi (58 th) , Gito (60 th), Sali (70 th), Sugi (34 th) serta Sunaji (45 th). Selain itu beberapa warga Dukuh Genuk juga terancam.

Sedangkan Makruf warga setempat mengaku prihatin karena hingga kini pihak Pemkab Ponorogo belum ke lokasi. “Hingga kini belum ada pihak terkait melihat lokasi tanah retak dan ancaman longsor di Desa Senepo,” papar Makruf.

Penulis: Muh Nurcholis

Komentar

To Top