Connect
To Top

Taiwan Ingin Jadi Pemasok Utama Mesin Manufaktur

NUSANTARANEWS.CO – Taiwan ingin menargetkan diri untuk menjadi negara pemasok utama penyedia alat manufaktur di seluruh dunia, khususnya di Indonesia, hal ini karena permintaan pasar yang selalu meningkat.

Hal itu disampaikan Executive Vice President Taiwan External Trade Development Council (TAITRA), Simon Wang. Menurutnya, dalam lima tahun terakhir, Taiwan telah menjadi salah satu pemasok besar untuk penyedia mesin manufatur bagi pasar Indonesia.

Simon berujar, Taiwan telah berupaya mendorong industri manufaktur lokal menjadi lebih kompetitif, khususnya sektor otomotif di Indonesia, dengan memperkuat jaringan pasokan industri dengan mesin manufaktur berteknologi tinggi hasil produksi mereka.

“Taiwan ingin tetap jadi kolaboratif partner bagi Indonesia. Ada 117  perusahaan mesin yang ada di Indonesia. Tahun ini fokus pada ‘spare part‘ mobil, karena di Indonesia industri mobil sedang berkembang,” ujar Simon melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin (19/12/2016).

Oleh karena itu, Simon mengambil contoh bahwa nilai impor mesin manufaktur dari Taiwan mencapai 79,68 juta dolar Amerika Serikat (AS) di tahun 2015. “Hal tersebut membuat Indonesia menjadi negara terbesar ketiga pengimpor peralatan mesin dari Taiwan,” kata Simon.

Untuk total penyediaan mesin bubut dan mesin lainnya pada Januari-Desember 2015 lalu, pasar Indonesia berhasil menyerap sekitar 76,88 juta dolar AS. Dari total angka itu, menurutnya Taiwan telah memberikan sumbangsih 14,89 persen atau setara 11,44 juta dolar AS.

“Untuk mesin pokok, Indonesia impor 62,22 juta dolar AS, dengan kontribusi produk Taiwan mencapai 16,04 persen, atau setara 9,97 juta dolar AS. Tahun lalu ekspor mesin pokok dan mesin bubut Taiwan ke Indonesia di posisi kedua tertinggi,” ujarnya.

Dalam laporan impor tahunan, Simon berujar, terhitung meningkat 13,41 persen dengan nilai sebesar 594,197 juta dolar AS. Karena itu, di masa depan Simon mengatakan, Taiwan menargetkan menjadi negara pemasok utama penyedia alat manufaktur di seluruh dunia, khususnya di Indonesia.

Simon mengklaim, bahwa hubungan ekonomi antara Taiwan dengan Indonesia pun selama ini tidak pernah mengalami suatu masalah yang berarti. Dari tahun ke tahun katanya justru semakin membaik. Bahkan, Simon mengaku sudah bertemu Presiden Jokowi.

“Dan hasilnya (usai bertemu Jokowi), produk yang ditawarkan ke Indonesia tergantung permintaan. Jadi masyarakat Indonesia butuh produk apa, kemudian kami akan sediakan. Dengan sistem yang seperti itu, menguntungkan kedua belah pihak,” papar Simon.

Lebih lanjut Simon mengungkapkan, fokus pengembangan mesin perkakas Taiwan pada saat ini masih berpusat pada sektor otomotif. Produknya antara lain mesin bubut CNC, yang sudah terbukti memiliki kinerja yang relatif lebih baik dan kualitas setara dengan Jepang.

“Tetapi dengan biaya hanya 85 persen. Keunggulan mesin Taiwan itu telah kami pamerkan dalam ‘Manufacturing Indonesia 2016’ yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo), pada Rabu (30/11) sampai Sabtu (3/12) yang lalu,” tutur dia. (Andika)

Komentar