Berita Utama

Tahun 2070 Islam Jadi Agama Terbesar Dunia, India Geser Indonesia

Imigran dari timur tengah masuk ke Eropa. Foto via metrotv
Imigran dari timur tengah masuk ke Eropa. Foto via YouTube

NUSANTARANEWS.CO – Islam akan menjadi agama paling populer di dunia pada tahun 2070 mendatang melihat lonjakan migrasi di Eropa dan jumlah penduduk muslim di Amerika Serikat. Demikian laporan dari sebuah penelitian yang dilakukan Pew Research Center seperti dikutip Daily Mail.

Menurut lembaga penelitian yang berbasis di Washingtong DC tersebut, pada tahun 2100, sekitar satu persen lebih penduduk dunia yang tadinya memeluk Kristen akan beralih menjadi seorang muslim.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa migrasi merupakan faktor utama yang membuat peningkatan populasi muslim di sejumlah negara, termasuk Amerika Utara dan Eropa.

Analisa Pew, muslim adalah kelompok agama dengan pertumbuhan tercepat di dunia pada tahun 2010 silam, yang sedikitnya ada 1.6 juta jumlahnya di dunia, atau 23 persen dari populasi global. Tapi, Pew mengklaim angka tersebut masih relatif kecil dibandingkan Kristen yang berjumlah 2,2 miliar orang atau 31 persen dari populasi.

Lebih lanjut, penelitian ini mengklaim umat muslim memiliki lebih banyak anak dibanding kelompok agama lain dengan setiap wanita memiliki rata-rata 3,1 anak dibandingkan dengan 2,3 untuk semua kelompok lainnya bila digabungkan.

Pada tahun 2010, usia rata-rata kelompok muslim 23, atau tujuh tahun lebih muda dibandingkan non-muslim. “Meskipun tidak mengubah populasi global, migrasi membantu meningkatkan populasi muslim di beberapa negara, termasuk Amerika Utara dan Eropa,” lapor Pew.

Sekitar 62 persen umat muslim tinggal di kawasan Asia-Pasifik dengan populasi terbesar di Indonesia, India, Pakistan, Bangladesh, Iran dan Turki. Kata para peneliti, pada tahun 2050 mendatang India diperkirakan akan menggantikan Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Tahun lalu, ada 3,3 juta muslim dari segala usia di Amerika Serikat, atau 1 persen dari populasi. Pada tahun 2050 mendatang, diperkirakan akan naik menjadi 2,1 persen.

Penulis: Eriec Dieda

Komentar

To Top