NUSANTARANEWS.CO – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun 12.760 unit rumah susun (rusun) pada tahun 2017.

“Rusun tersebut nantinya diperuntukkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), pekerja/buruh industri, pegawai negeri sipil (PNS), anggota TNI dan Polri, mahasiswa dan para santri pondok pesantren,” kata Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin seperti dilansir Antara, Kamis (15/9).

Syarif mengatakan, untuk membangun rusun tersebut, pihaknya telah menganggarkan dana sebesar Rp 4,754 triliun atau 51,71% dari total pagu anggaran Ditjen Penyediaan Perumahan pada Tahun Anggaran (TA) 2017.

“Kami harap dengan pembangunan rusun ini, pemerintah bisa menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” ujar Syarif.

Dia juga menyebutkan, salah satu lokasi pembangunan hunian vertikal untuk MBR yang kini sedang didorong oleh Kementerian PUPR adalah rusun di Kemayoran, Jakarta.

Setelah rusun di Kemayoran tersebut selesai dibangun, akan dimanfaatkan sementara sebagai Wisma Atlet untuk Asian Games 2018.

“Untuk rusun di Kemayoran nantinya termasuk rusun tingkat tinggi mulai 18 lantai, 24 lantai dan 32 lantai, jumlahnya mencapai 7.426 unit,” imbuhnya.

Sementara, rusun untuk mengatasi kawasan kumuh ditargetkan sebanyak 3.050 unit, untuk buruh industri 222 unit, PNS 706 unit, TNI 510 unit, Polri 322 unit, mahasiswa 224 unit dan untuk santri pondok pesantren sebanyak 300 unit.

“Presentase penerima manfaat rumah susun tersebut sesuai dengan arahan Bappenas guna menyelesaikan ‘backlog’ perumahan di Indonesia,” tambahnya.

Angka backlog perumahan nasional sesuai data BPS di 2015 mencapai 13,5 juta unit rumah. (Yudi)

 

Komentar

SHARE