Suasana usai pemungutan suara di salah satu TPS. Foto Istmewa
Suasana usai pemungutan suara di salah satu TPS. Foto Istmewa

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Muhammad Jusuf Kalla (JK), mengungkapkan bahwa kurangnya surat suara di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) bukanlah murni kesalahan dari pihak penyelenggara pemilu.

Pasalnya, menurut JK, hal tersebut bisa terjadi dikarenakan membludaknya pemilih yang tadinya tidak masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) namun terdaftar sebagai warga di sekitar TPS.

“Itu artinya banyak orang yang datang tiba-tiba. Artinya apalah itu. Mungkin pakai SK (Surat Keterangan/Suket) karena kalau jumlah DPT ada kelebihan malah (surat suara di TPS). Ada 2,5 persen kelebihannya,” ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Rabu (19/4/2017).

Untuk itu, Pria kelahiran Makassar tersebut mengatakan, tidak bisa melimpahkan kesalahan sepenuhnya kepada penyelenggara pemilu. Serta, lanjut JK, bukan juga karena kesiapan penyelenggara pemilu yang kurang.

“Saya kira endak, mungkin saja tiba-tiba banyak orang pindah kesitu (TPS yang kekurangan surat suara). Tidak diperkirakan. Kalau DPT begini selalu surat suaranya sama dengan DPT disini. Biasanya tiba-tiba jam 12 pakai surat pindah atau apalah,” ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, terdapat beberapa TPS yang menyatakan kekurangan surat suara karena banyak pemilih yang tidak terdaftar di DPT namun memiliki kartu identitas dan juga suket dari KPU. Salah satu TPS tersebut berada di wilayah Sunter, Jakarta Utara.

Sekadar informasi, JK beserta keluarga sendiri memberikan hak pilihnya pada Pilkada DKI Jakarta di TPS 03 Kelurahan Pulo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pewarta: DM | Rudi Niwarta
Editor: Achmad Sulaiman

Komentar