Berita Utama

Sudirman Said: Indonesia Masih Ketergantungan Impor

Untitled-1 (1)
Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dalam Forum Diskusi Ketahanan Energi untuk Masa Depan di Kampus MM UGM Jakarta/ Foto Andika

NUSANTARANEWS.CO – Mantan Menteri ESDM Sudirman Said menyatakan, sikap pemerintah dalam menjaga produksi minyak dan gas (migas) nasional dianggap masih belum sempurna. Indonesia dapat dikatakan masih ketergantungan pada impor yang begitu besar

Sudirman menyebutkan, gap antara kebutuhan dengan produksi semakin besar. Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia mencapai 1,5 juta barel per hari (bph). Namun, produksi migas di dalam negeri hanya mampu sebesar 800 bph.

“Energi makin hari gap-nya semakin lebar. Betapa seringnya kita terperangkap pada cara pandang dan sikap kerja yang gampang,” kata Sudirman dalam Forum Diskusi Ketahanan Energi untuk Masa Depan Indonesia, Sabtu (24/9).

Sudirman menceritakan, pada masa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin Indonesia, setidaknya pemerintah menghabiskan dana Rp 100 triliun untuk melakukan impor alat utama sistem persenjataan (alutista), dan hanya Rp20 triliun belanja alutsista yang masuk ke industri dalam negeri.

“Artinya, memang daya mampu kita itu sangat rendah dan ketergantungan pada impor serta kapasitas luar sangat tinggi,” tambahnya.

Menurut Sudirman, suatu produk akan tidak bernilai jika bukan hasil produksi sendiri. (Andika)

Komentar

To Top