Orgasme. Foto Ilustrasi
Orgasme. Foto Ilustrasi/Istimewa

NUSANTARANEWS.CO – Para wanita, dalam kadar tertentu sering memalsukan orgasme saat berhubungan seks dengan pasangannya. Demikian kesimpulan dari sebuah penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Sexualities di Kanada.

Studi ini sengaja ingin mengungkap apakah benar wanita suka memalsukan orgasme saat bercinta dengan pasangannya. Dari 14 wanita yang disodorkan pertanyaan tersebut, 13 orang mengakuinya. Bagi mereka, berhubungan seks hanyalah semata untuk kesenangan dan guna menyenangkan pasangannya semata.

Namun, ke-13 wanita yang mengaku memalsukan orgasme tersebut mengakui kadang mereka melakukan hubungan seks dengan pasangannya tengah dalam kondisi yang kurang tepat, serta mood lagi tidak bagus sehingga mempengaruhi hasrat. Tapi di satu sisi, pasangan mereka justru merasakan hal sebaliknya; hasrat seksualnya sedang menggebu-gebu. Walhasil, para wanita melakukan hubungan seks dengan pasangannya tak lain hanyalah demi menunaikan kewajibannya belaka, dan mereka mengakui hal ini baik untuk menjaga harmonisasi hubungan dengan pasangan.

“Ini [seks] terasa tidak menyenangkan, saya melakukannya hanya untuk membuatnya bahagia. Saya tidak benar-benar merasa seperti melakukan apa-apa, tidak benar-benar dalam suasana hati yang bagus (mood) tapi saya tahu itu sesuatu yang baik untuk pasangan saya,” ungkap salah satu dari 13 wanita tersebut.

Monika Stelzl, salah satu penulis dari penelitian ini menuturkan kadang wanita harus berhubungan seks ketika rasa letih datang usai beraktivitas. Sementara di saat yang sama, pasangannya mengajak untuk bercinta. Demi menjaga perasaan pasangannya, wanita pun tak bisa menolak. Dan, kata dia, hal inilah yang mengakibatkan banyak wanita yang memalsukan orgasme.

Namun, Monika menyarankan agar para wanita tidak menceritakan bahwa mereka memalsukan orgasme kepada pasangannya karena hal ini juga dapat membuat hati pasangan kecewa.

Seperti apapun, yang mesti dimengerti adalah bahwa seks bisa pasang surut. Harus dipahami juga bahwa orgasme bukanlah tujuan satu-satunya dari hubungan intim. Yang paling penting adalah bahwa ia memiliki pasangan yang penuh perhatian dan responsif terhadap dirinya di tempat tidur, Stelzl kata. (Er)

Komentar