Gadis remaja dengan alcohol/Foto: Dok. howsouthafrica.com
Gadis remaja dengan alcohol/Foto: Dok. howsouthafrica.com

NUSANTARANEWS.CO – Sebuah studi di Amerika Serikat baru-baru ini mengatakan sebanyak 38 persen dari 6.500 remaja memiliki masalah dengan citra tubuh dan berat badan lebih memungkinkan untuk menjadi peminum (alkohol).

Penelitian yang sengaja difokuskan pada citra tubuh dan persepsi perilaku ini mencoba meneliti para remaja usia SMA ketika mereka berusaha mendapatkan serta menurunkan berat badan. Persepsi mereka diteliti.

Para peneliti menemukan, gadis-gadis remaja yang memiliki masalah dengan persepsi salah tentang tubuh telah mendorong mereka untuk berusaha menurunkan berat badannya.

Sebanyak 29 persen dari mereka mengkonsumsi alkohol akibat kesalahan persepsi tersebut, serta 22 persen lebih dimungkinkan akan menjadi peminum berat nantinya.

“Kita tahu bahwa konsumsi alkohol pada remaja dikaitkan dengan peningkatan risiko untuk mengalami beberapa masalah, termasuk masalah sekolah, masalah sosial, masalah hukum, mabuk, sakit, perilaku seksual berisiko, pertumbuhan dan perkembangan terganggu, kekerasan fisik dan seksual, alkohol terkait kecelakaan kendaraan bermotor, cedera yang tidak disengaja, masalah memori, penyalahgunaan narkoba, dan kematian, “kata penulis utama studi Anna Schlissel dari University of Chicago seperti dilansir dari Foxnews.

“Kita juga tahu bahwa kadar dari minuman beralkohol dikaitkan dengan risiko lebih tinggi masalah kesehatan dan sosial, dan ketika orang-orang muda mulai minum alkohol, semakin besar risiko untuk mengembangkan gangguan penggunaan zat di kemudian hari, ” sambung Schlissel.

Selain itu, mengkonsumsi alkohol bagi mereka juga bisa menimbulkan masalah pada selera makan, kata Schlissel.

Lebih spesifik Schlissel menuturkan penelitian ini melibatkan siswi-siswi SMA yang berusia antara 14 hingga 18 tahun. (ER)

Komentar