Peran seorang ayah. Ilustrasi. (Foto: Getty)
Peran seorang ayah. Ilustrasi. (Foto: Getty)
Peran seorang ayah. Ilustrasi. (Foto: Getty)

NUSANTARANEWS.CO – Seks, perkawinan dan mobil termasuk topik pembicaraan yang dihindari seorang ayah dari anak-anaknya. Demikian sebuah penelitian mengungapkan.

Sebuah jajak pendapat menemukan lebih dari tiga perempat ayah takut tema seks muncul dalam percakapan sehari-hari yang melibatkan anak-anak mereka karena para ayah merasa tema tersebut sangat memalukan untuk didiskusikan bersama anak-anaknya.

Hampir satu dari lima bahkan mengaku merasa tidak nyaman membicarakan tema-tema yang bersifat pribadi, termasuk pembicaraan seputar perawatan mobil.

Hal itu juga muncul satu dari tiga ayah bahkan telah mencoba untuk menghindari percakapan sama sekali dengan memberikan jawaban samar atau berpura-pura tidak pernah mendengarnya.

Namun begitu, masih ada sekitar 80 persen di mana seorang ayah dibutuhkan perannya untuk berbicara kepada anak alki-laki tentang topik penting, termasuk soal seks, penampilan dan hubungan (relationship).

Dari studi, akibat yang ditimbulkan dari keengganan seorang ayah menceritakan tentang seks membuat anak laki-laki mengaku bahwa mereka akan beralih ke internet untuk mendapatkan pengetahuan tentang seks, hubungan dan perawatan diri. Dan satu dari empat orang masih menganggap bahwa ayah mereka memberikan nasehat terbaik.

“Bagi pria zaman sekarang, informasi secara harfiah ada di ujung jari mereka. Dengan satu sentuhan tombol, smartphone berfungsi sebagai pintu masuk gerbang ke banyak video, sumber dan panduan yang tak terhirung jumlahnya, bahkan dalam hitungan detik,” kata juru bicara Gillette yang melakukan studi ini seperti dikutip Mirror.

“Namun, ketika sampai pada saran mengenai masalah yang lebih rumit yang akan dihadapi seorang pemuda, tidak ada sumber yang lebih baik daripada seorang ayah,” tambahnya.

Gillette mempelajari 1.000 ayah dan 1.000 anak laki-laki menemukan 44 persen ayah merasa tidak nyaman berbicara dengan anak-anak mereka tentang subjek tertentu, entah karena mereka merasa malu atau merasa mereka tidak cukup tahu tentang masalah ini.

Seks adalah tema yang paling memungkinkan yang membuat seorang ayah merasa malu, diikuti oleh hubungan, kencan pertama, kebersihan diri dan penampilan.

Akibat ketidaknyamanan mereka, 32 persen ayah telah mencoba untuk menghindari percakapan yang tidak mereka sukai dengan anak-anak mereka, dan 44 persen dari mereka mengatakan bahwa mereka hanya memberikan jawaban yang tidak jelas dan kemudian mengubah topik pembicaraan.

Satu dari empat orang ayah hanya menanggapi dengan jawaban ‘saya tidak tahu’, sementara 17 persen berpura-pura tidak mendengarnya sama sekali.

Tapi 18 persen mengakui mereka menunda jawaban yang akan diberikan kepada anak-anak mereka.

Selanjutnya, satu dari dua puluh ayah mengaku memberi nasihat buruk, atau bahkan salah pada setidaknya satu kejadian.

Meskipun demikian, satu dari tiga anak laki-laki mengatakan bahwa ayah mereka adalah orang pertama yang mereka cari sarannya, dengan satu dari lima mengakuinya akan hilang tanpa bantuan dan nasihat dari ayah mereka.

Dan banyak yang tahu bahwa ayah mereka memberikan nasehat terbaik.

“Hari Ayah adalah saat untuk merayakan nasehat kebapakan, bagian integral dari perjalanan manusia melalui kedewasaan. Tentu, Gillette merasa bahwa mereka harus berperan dalam memicu hubungan emosional itu, yang membuat hubungan ayah-anak semakin dekat bersama di zaman di mana teknologi telah menjadi tulang punggung kehidupan,” kata juru bicara tersebut. (ed)

Editor: Eriec Dieda

Komentar