Berita Utama

Strategi Pertamina Atasi Kelangkaan BBM di Mudik Lebaran 2017

Vice President Retail Fuel Marketing Pertamina, Afandi. Foto: Dok. The Jakarta Post
Vice President Retail Fuel Marketing Pertamina, Afandi. Foto: Dok. The Jakarta Post

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Untuk menghadapi meningkatnya permintaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah titik di tanah air pada saat momen Lebaran, PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan beberapa strategi untuk memenuhi kebutuhan BBM.

Vice President Retail Fuel Marketing Pertamina, Afandi mengatakan, strategi yang akan ditempuh Pertamina yakni melakukan penambahan mobil tangki, menyiapkan mobil tangki dan menambah stok BBM di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Kami akan melakukan penambahan mobil tangki, mempersiapkan awak mobil tangki untuk menyalurkan BBM ke sejumlah SPBU dan meningkatkan pasokan BBM,” ujar Afandi di Kantor Pertamina Pusat, Jakarta, Selasa (4/4/2017).

Meski tidak menyebutkan jumlah penambahannya, namun upaya tersebut diakuinya telah dilakukan pembahasan bersama dengan tim satgas Lebaran yang dibentuk oleh perseroan.

Selain itu, untuk memperlancar arus penyaluran BBM ke SPBU, pihaknya pun telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk dilakukan pengawalan saat mobil-mobil tangki melakukan pengiriman ke sejumlah SPBU yang rawan terjadi kemacetan akibat padatnya arus lalu lintas.

“Kami juga koordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pengawalan mobil tangki,” kata Afandi.

Afandi menambahkan, Pertamina pun menyediakan Pertamax dalam kemasan yang dijual di kios-kios yang akan disebar Pertamina di sejumlah titik arus mudik.

“Untuk daerah macet kami akan membuat kios-kios Pertamax sehingga bisa beli Pertamax dalam kemasan,” imbuh dia.

Jika mengacu pada data Lebaran 2016, konsumsi Pertalite mengalami pertumbuhan sebesar 40 persen, Pertamax tumbuh 30 persen, sedangkan Premium justru mengalami penurunan sebesar 7 persen.

Perseroan menargetkan, konsumsi Pertalite pada Lebaran 2017 tumbuh 15 persen, Pertamax tumbuh 10 persen dan konsumsi Premium turun 5 persen.

“Titik-titik yang akan jadi konsen pada saat mendekati H-2 akan terjadi lonjakan permintaan,” ungkap dia.

Jika melihat kondisi normal, konsumsi Pertamax per hari mencapai 17.000 kiloliter (KL) dan melonjak menjadi 19.000 KL per hari pada saat momentum Lebaran.

Selain itu, konsumsi Pertalite pada saat normal mencapai 39.000 KL dan melonjak menjadi 45.000 KL per hari.

Reporter: Richard Andika
Editor: Achmad Sulaiman

Komentar

To Top