Strategi Penangkalan Preventif Keamanan Nasional (Sistem Deteksi Dini)

0
Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin/Foto: Dok. Detikcom
Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin/Foto: Dok. Detik

Kolom: Letnan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin

NUSANTARANEWS.CO – Sistem deteksi dini dalam keamanan nasional pengaruh lingkungan strategis, baik global maupun regional beserta seluruh fenomena kejadian yang mendahului krisis ekonomi di Indonesia, telah memberikan suatu pelajaran yang sangat berharga. Ada aspek baru yang harus dipertimbangkan dalam masalah keamanan nasional.

Pertama, sistem komunikasi global memiliki kemampuan dapat mentransmisikan informasi baik berupa berita, visual dan yang terakhir adalah nilai mata uang secara elektronik dan dapat diterima secara serentak, massal serta berkelanjutan di berbagai belahan dunia.

Kedua, kesediaan menerima arus globalisasi membawa suatu konsekuen sikap keterbukaan dan transparansi di segala bidang. Manakala infrastruktur hukum dan perundangundangan yang berlaku tidak cukup melindungi dan mengatur apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh seorang warga negara akibat cepatnya perubahan, maka dampak dari tingkah laku publik yang timbul akibat proses pembentukan opini dan persepsi menjadi sulit diperkirakan. Publik sebagai mahluk ekonomi akan bertindak mengikuti logika ekonomi yang dipersepsikan secara terbuka dan transparan oleh sistem informasi global.

Ketiga, suatu mekanisme sistem mata uang transnasional di dalam suatu infrastruktur sistem infromasi global ditambah peran persepsi publik telah berkontribusi dalam memberikan suatu pesan politik dari suatu negara terhadap suatu negara yang lain, sehingga ekonomi masa depan adalah politik ekonomi, dimana kegiatan politik dikaitkan dengan kegiatan ekonomi. Akibat negatif pesan politik ekonomi ini berwujud dalam suatu potensi ancaman keamanan yang disebabkan oleh tingkah laku publik yang kontra produktif dalam aktivitas ekonominya.

Hasil penelusuran pada rangkaian kejadian krisis ekonomi tersebut di atas, telah membuat kita sampai pada suatu kesimpulan, bahwa masalah keamanan nasional bukan saja tampak pada saat krisis telah menjadi masalah multidimensi, namun ancaman telah timbul di saat paling awal dari datangnya krisis tersebut berupa antara lain fluktuasi nilai tukar yang tidak dapat diperkirakan.

Melalui berbagai liputan media yang demikian terbuka dan transparan, seluruh situasi di dunia dapat diketahui, baik tentang politik, ekonomi maupun keuangan. Masalah yang timbul adalah bagaimana arus deras informasi ini dikumpulkan, diorganisasikan, dianalisa, disimpulkan dan didistribusikan, selanjutnya dievaluasi hasilnya secara terus menerus dan berkelanjutan dari aspek keamanan nasional. Hasil pengolahan informasi yang diperoleh akan merupakan suatu sintesa yang disiapkan sebagai pengetahuan dasar tentang konsekuensi politik yang mungkin terjadi ataupun implikasi suatu kebijakan politik ekonomi negara lain.

Tindakan ini memberikan gambaran tentang upaya penangkalan melalui suatu sistem deteksi dini, namun berbeda dengan tindakan spionase ataupun berbagai modus lain tentang kegiatan deteksi dini yang dilakukan oleh intelijen dalam rangka keamanan nasional. Kemampuan membaca, mendeteksi, memetakan masalah, dan membuat rekomendasi langkah antisipasi merupakan peran dari suatu intelijen ekonomi.

Suatu strategi penangkalan melalui sistem deteksi dini dalam Keamanan Nasional, dengan cara membentuk suatu gugus tugas intelijen ekonomi, yang menempatkan pengamat lintas disiplin dalam suatu badan yang dikoordinasikan di bawah suatu institusi Keamanan Nasional yang bertanggung jawab kepada kepala pemerintahan, akan secara cepat dan terus menerus memberi masukan kepada para pengambil keputusan di tingkat pemerintah tentang suatu konsekuen politik ekonomi, maupun implikasi kebijakan politik negara besar terhadap perekonomian, yang langsung dapat menimbulkan ancaman terhadap keamanan negara. []

Baca: Implementasi Upaya Keseimbangan Mengatasi Krisis Ekonomi

Editor: Romandhon

Komentar