Letnan Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin/Foto Istimewa
Letnan Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin/Foto Istimewa

Kolom: Letnan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin

NUSANTARANEWS. CO – Dalam rangka mewujudkan kemandirian ekonomi melalui pemberdayaan akibat krisis yang menimpa tahun 1988, langkah strategis yang bisa ditempuh adalah dengan melakukan sosialisasi reorientasi pasar. Dalam hal ini, dorongan pemerintah untuk selalu meningkatkan ekspor, yang telah secara tidak langsung mengabaikan besarnya potensi raksasa pasar dalam negeri.

Sementara itu, telah diketahui bahwa kontribusi hasil ekspor tidak signifikan masuk dalam cadangan devisa nasional. Pada tahap ini, ekonomi yang sudah tumbuh dan terdekonsentrasi pada seluruh wilayah di tanah air, lebih didorong untuk memanfaatkan pasar domestik bagi hasil industrinya, sehingga diharapkan terjadinya “multiplier effect” dari proses sosialisasi orientasi pasar domestik yang dicanangkan pemerintah pada aspek kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Kesatuan Kendali Koordinasi dan Visi

Kenyataan dalam krisis membuktikan bahwa gejolak akibat turunnya tingkat kesejahteraan masyarakat kerap ditangani secara tidak profesional. “Sense of Crisis” di tingkat pengendali yang seharusnya sangat kuat, tidak pula diikuti oleh pemahaman di tingkat subordinasi akibat ketiadaan visi nasional yang tangguh yang terus disosialisasikan dalam menghadapi krisis.

Suatu tahap penyelesaian strategis masalah nasional haruslah mempunyai aspek kesatuan pengendalian koordinasi dan visi, manakala hasil yang diharapkan adalah hal yang sama sekali baru, yakni redefinisi dan reposisi semua paradigma lama.

Dengan implementasi terus menerus kendali koordinasi sampai terbentuknya operasional perekonomian wilayah yang mapan, maka infrastruktur otonomi daerah akan memperoleh makna kesejahteraan yang harmonis dalam interaksinya dengan daerah otonomi yang lain.

Sosialisasi Ide dan lmplementasi

Suatu proses raksasa menghidupkan perekonomian Indonesia mau tidak mau harus secara terus menerus diliputi oleh suatu mekanisme sistem informasi nasional yang terpadu, agar tercapai suatu visi kehendak dan langkah perbuatan yang sama. Cara penerapannya adalah dengan secara terus menerus menyosialisasikan tahap-tahap strategi penyelesaian krisis nasional, sehingga secara lambat dan pasti, seluruh lapisan masyarakat akan berpartisipasi memberi dukungan.

Proses ini bukan saja mengawali tindakan perbaikan kesejahteraan masyarakat, namun juga mengisi seluruh rangkaian tahap-tahap strategis penyelesaian krisis. Dengan rangkaian tahap strategi yang sangat sarat dengan pemberdayaan perekonomian setempat yang mandiri, maka tingkat kesejahteraan masyarakat akan secara perlahan meningkat secara pasti.

Pada gilirannya akan mendemotivasi dorongan politik yang berlebihan dari kaum intelektual. Selanjutnya mengarahkannya ke wilayah ekonomi yang berkesejahteraan, dimana hasil akhirnya dapat dipastikan yakni menurunnya gangguan keamanan dan naiknya tingkat kestabilan politik. []

Baca: Strategi Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Dengan Pemberdayaan (2)

Editor: Romandhon

Komentar