Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Foto Andika/Nusantaranews
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi/Foto Andika/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi terus memantau perkembangan pembangunan Kereta Api (KA) Bandara dan Double Double Track (DDT) atau jalur KA dwi ganda Manggarai-Cikarang.

Menggunakan KA Inspeksi, pekan kemarin Menhub memantau langsung proyek dengan menyusuri jalur mulai dari Stasiun Bekasi ke Stasiun Cikarang.

Kemudian Budi Karya melanjutkan ke Stasiun Batu Ceper hingga Stasiun Tangerang untuk memastikan kedua proyek tersebut dapat selesai sesuai target, yaitu pada Juni 2017 untuk KA Bandara dan awal 2019 untuk DDT Manggarai-Cikarang.

Menhub Budi mengatakan, masalah kedua proyek kereta api ini terkait pembebasan lahan. Namun demikian, ia mengaku telah berkoordinasi dengan Gubernur DKI untuk bersama-sama segera menyelesaikannya usai Pemilu Pilkada.

“Beberapa lahan harus dibebaskan dan penguasaannya oleh rumah-rumah liar. Gubernur akan lakukan dengan suatu cara. Tapi kita putuskan proses tersebut dilaksanakan setelah masa Pilkada,” ujar Budi Karya di Jakarta, Senin (5/12/2016).

Terkait perkembangan DDT Manggarai-Cikarang, Kemenhub terus berupaya untuk menyelesaikannya sesuai target yang ingin dikejar.

Dirjen Perkeretaapian Prasetyo Boedi Tjahjono pada kesempatan yang sama menjelaskan proyek pembangunan DDT Manggarai-Cikarang terdiri dari tiga paket, untuk paket A (Manggarai-Jatinegara) perkembangan pembangunannya sudah mencapai 30 persen.

Paket B2 (Jatinegara-Bekasi) mencapai 15 persen, dan paket B1 (Bekasi-Cikarang) yang dananya berasal dari pinjaman Jepang, progresnya sudah mencapai 70 persen. “Targetnya 2019 selesai,” kata Boedi Tjahjono.

Terkait KA Bandara, Menhub Budi menjelaskan ada sekitar 130 rumah di sekitar area proyek yang harus dibebaskan.

“KA bandara sejauh ini sebenarnya sudah selesai semuanya. Hanya masih ada di beberapa titik saja, ada sekitar 130 rumah yang harus diselesaikan. (KA Bandara) ini akan selesai Juni 2017, Insya Allah bisa,” tutur Budi Karya.

Lebih lanjut, Budi Karya menjelaskan, ada beberapa opsi stasiun yang akan digunakan sebagai rute awal KA Bandara Soekarno Hatta, yaitu mulai dari Stasiun Dukuh Atas atau dari Stasiun Jakarta Kota. Kedua opsi tersebut dipilih karena belum siapnya pembangunan Stasiun Manggarai.

“Bisa dari dukuh atas, karena kan Stasiun Manggarai belum siap. Tetapi dari Stasiun Jakarta Kota sebenarnya bisa jadi opsi, karena tidak ada masalah teknis di sana,” ucap Budi Karya. (Andika)

Komentar