Ekonom Utama Bank Dunia Ndiame Diop alam acara Indonesia Economic Quarterly 2016/Foto Andika / Nusantaranews
Ekonom Utama Bank Dunia Ndiame Diop alam acara Indonesia Economic Quarterly 2016/Foto Andika / Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Kestabilan harga pangan, terutama pada beras memberikan kontribusi besar bagi pengentasan kemiskinan Indonesia.

Dalam laporan Perkembangan Triwulan Perekonomian Indonesia, Bank Dunia menyatakan tingkat kemiskinan Indonesia resmi turun sebesar 0,4 persentase di kuartal I 2016. Angka ini merupakan penurunan year on year terbesar dalam tiga tahun terakhir.

Ekonom Utama Bank Dunia Ndiame Diop menyatakan, kebijakan impor beras yang dilakukan pemerintah memberikan dampak bagi kestabilan harga pangan. Selain itu perluasan program bantuan sosial juga bisa menjadi dorongan pengentasan kemiskinan yang ada.

“Penurunan harga komoditas pangan terutama harga beras sangat berdampak dari kebijakan impor beras yang dilakukan pemerintah. Lalu, perluasan Program Keluarga Harapan pada akhir tahun 2015 memberikan kontribusi 0,1 poin persentase pengurangan kemiskinan,” kata dia dalam acara Indonesia Economic Quarterly 2016 yang digelar Bank Dunia di Jakarta, Selasa (25/10/2016).

Namun, Diop mengingatkan meski ada beberapa perbaikan dalam mekanisme stabilisasi harga beras, efektifitas kebijakan ketahanan pangan dan belanja publik di Indonesia tetap harus menjadi perhatian. Hal ini dilakukan karena masih banyak masyarakat yang harus membayar makanan dengan harga mahal.

“Harga makanan yang tinggi memiliki dampak negatif terutama bagi masyarakat miskin. Apabila terus dilakukan dapat berdampak pada tingginya masalah kekurangan gizi,” tutur dia.

Bank Dunia menyarankan Pemerintah Indonesia untuk terus memberi perhatian besar terhadap kontribusi sistem pangan bagi kesehatan masyarakat. Indonesia dinilai harus berupaya untuk menggeser kebijakan ketahanan pangan yang lebih berfokus pada produksi beras ke sistem pangan modern.(Andika)

Komentar