Connect
To Top

Sri Mulyani Menjadi Pemateri Diskusi di Rakernas II PBNU

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengahdiri undangan Pengurus Besar Nahdahtul Ulama (PBNU). Ia didapuk sebagai pembicara pada diskusi opening ceremony Rapat Kerja Nasional Ke II PBNU yang bertema “Meneguhkan Islam Nusantara Untuk Kemakmuran Warga” di kantor PBNU jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (19/11/2016).

Dalam diskusi tersebut, Sri mengawali pandangannya tentang dinamika ekonomi dunia yang tengah mengalami kemerosotan. Penyebabnya, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) melakukan kebijakan ekspansi modal terhadap dua kawasan ekonomi penting dunia, Amerika dan Eropa.

“RRT (Republik Rakyat Tiongkok) sebagai negara perekonomian terbesar nomor dua di dunia, melakukan counter bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi Amerika melemah,” ujar Sri mengawali diskusi.

Mantan direktur World Bank (Bank Dunia) ini menyampaikan setiap gejala perubahan ekonomi dunia selalu memiliki implikasi bagi situasi ekonomi di Indonesia. Akibat ekonomi dunia mengalami pelemahan, kata dia, akibatnya, permintaan bagi komoditas dalam negeri berkurang.

“Batubara, harga minyak turun, maka harga semua komuditas nasional drop. Bagaimana dampaknya ke Indonesia yang pendapatannya didominasi komoditas ini. Ketika pembelian berkurang maka ekonomi kita mengalami pelemahan,” ungkapnya.

Sri menyampaikan sebenarnya dinamika ekonomi dunia pada akhir 2016 ini tengah mengalami perubahan. Ekonomi RRT yang sebelumnya mendominasi, menurut dia, berangsur mengalami pelemahan juga.

Kendati demikian, perubahan tersebut tidak secara signifikan membuat harga komoditas dalam negeri naik. Begitu juga, permintaan barang dri luar negeri masih belum juga meningkat.

Penyebabnya, ekonomi Amerika tak kunjung bangkit. Sementara itu, kata Sri, ekonomi eropa mengalami hal yang sama.

“Kondisi inilah yang harus diatasi oleh kita. Bagaimana membangun kepercayaan pajak oleh kita,” ucapnya. (Hatiem)

Komentar