Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto Andika/Nusantaranews
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto Andika/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Beberapa waktu lalu pemerintah mengusulkan penerapan cukai untuk plastik. Namun, sampai saat ini wacana penerapan cukai plastik tersebut belum direalisasi. Padahal, usulan tersebut dimunculkan untuk mengurangi konsumsi plastik yang yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menceritakan penerapan cukai plastik yang sudah ada di negara lain demi mengurangi penggunaan plastik yang dapat berdampak pada lingkungan.

“Di negara lain, cukai program yang didesain untuk disinsentif konsumsi. Kalau ingin kurangi konsumsi yang kurang baik seperti plastik,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Senin (20/2/2017).

Menurutnya, penerapan cukai plastik di Indonesia sebenarnya bisa saja dilakukan sejalan dengan program pemerintah yang tengah mengembangkan 10 destinasi wisata baru.

Penerapan cukai plastik ini diharapkan bisa mengurangi pencemaran lingkungan karena penggunaan plastik yang berlebihan.

“Padahal pemerintah fokus pada 10 destinasi wisata. Di negara lain hal yang bisa digunakan adalah cukai,” ujar Sri Mulyani.

Ia menyampaikan, bahwa kontribusi penerimaan cukai di Indonesia masih didominasi oleh cukai tembakau. Untuk bea masuk dan keluar sedikit mengalami kendala akibat arus perdagangan internasional yang belum pulih.

“Untuk cukai basisnya kan masih sangat sedikit. Sekarang ini yang paling menonjol dan diomongkan adalah tembakau,” tutur Sri Mulyani.

Reporter: Richard Andika

Komentar