Gaya Hidup

Spektakuler! Mahasiswa UPI Siap Adu Mobil Listrik di SEM Asia

Mobil listrik sport Selo melaju saat uji coba kendaraan massal berbasis listrik di Balai Kota Bandung, Selasa, 26 November 2013/Foto nusantaranews via tempo
Mobil listrik sport Selo melaju saat uji coba kendaraan massal berbasis listrik di Balai Kota Bandung, Selasa, 26 November 2013/Foto Ilustrasi Dok. tempo

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Mobil listrik menjadi salah satu komoditas yang ditunggu kehadirannya di masa depan. Hal ini menyusul isu semakin berkurangnya persediaan bahan bakar minyak (BBM).

Mobil listrik dinilai lebih efisien. Bahkan baru-baru ini Bentley Motors memamerkan mobil listrik mewah Bentley EXP 12 Speed 6e di Geneva International Motor Show 2017. Mobil listrik yang satu ini digadang-gadang mampu menempuh perjalanan dari Paris ke London hanya dengan sekali isi batrei.

Tidak hanya Bentley Motors, Toyota Motors Eropa (TME) juga melahirkan mobil konsep masa depan dengan tiga penumpang bernama Toyota i-TRIL. Mobil listrik yang bisa menempuh jarah 200 km setiap satu kali mengisian daya listrik ini diproduksi atas kerjasama dengan perusahaan desain Prancis. I-TRIL juga bisa diaktifkan dalam mode swakemudi. Menurut Toyota, i-TRIL adalah gambaran kendaraan praktis dan ramah lingkungan untuk tahun 2030.

Baca: Mobil Listrik Ini Bisa Tempuh Perjalanan Dari Paris ke London Sekali Isi Batrei

Perkembangan zaman, membuat negara-negara berlomba menciptakan mobil listrik masa depan. Tanpa terkecuali di Indonesia. Kendati pemerintah masih belum sepenuh hati meluruskan jalan produksi mobil listrik di tanah air. Padahal, tak kurang SDM yang mampu melahirkan mobil listrik masa depan.

Seperti kendaraan kategori Urban Concept yang diberi nama Turangga Cetha EV5 karya Bumi Siliwangi Team 4 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kendaraan yang menggunakan sasis besi dengan komposit dan menggunakan bodi serat karbon ini merupakan penyempurnaan dari kendaraan yang diadu pada tahun lalu.

“Tahun ini kita lebih siap karena unit ini sudah dicoba di Maranello, Italia. Kita pakai electric motor dan baterai lithium-ion. Sekarang, bodi sudah dirombak total, ini lebih ringan tapi lebih kokoh karena pakai serat karbon,” kata Manager Bumi Siliwangi Team 4, Ramdhani, di Jakarta, Jumat (10/3/2017).

Totalnya, kata Ramdhani, kendaraan Bumi Siliwangi Team 4 yang siap tanding memiliki bobot 95 kg. Kendaraan ini memiliki dimensi panjang 2.300 mm, tinggi 1.050 mm dan lebar 1.250 mm. Turangga Cetha EV5 juga menggunakan pelek berukuran 17 inci. Sistem steeringnya pakai manual steering. Sedangkan pengereman pakai hydrolic disk brake.

Simak: Wanita Masa Depan Bisa Pakai Mobil Listrik Seksi ini

Ramdhani menuturkan, tahun lalu, kendaraan elektrik buatan mahasiswa UPI ini mencatat konsumsi listrik 77,6 km/kWh. Tahun ini, Bumi Siliwangi Team 4 menargetkan angka yang lebih tinggi lagi. “Kami harapkan di Singapura kami bisa mencapai 200 km/kWh atau lebih. Karena sudah lebih ringan,” katanya.

Bumi Siliwangi Team 4 adalah salah satu peserta adi jang Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2017 di Singapura. SEM Asia 2017 menjadi ajang kompetisi mendesain, membangun dan mengendarai kendaraan paling hemat energi bagi mahasiswa. Sebanyak 26 tim mahasiswa dari Indonesia akan menurunkan karya terbaik mereka di ajang ini.

Beberapa tim mahasiswa yang berkompetisi di SEM Asia tahun sebelumnya kembali mengikuti ajang yang sama tahun 2017 ini. Mereka siap berkompetisi di Singapura pada 16-19 Maret 2017 mendatang. Berbagai keunggulan ditawarkan pada kendaraan hemat energi karya mahasiswa ini. Untuk tahun ini, rata-rata tim mahasiswa Indonesia telah memperbaiki kendaraannya sehingga siap digunakan di ajang SEM Asia 2017.

Tim ini pada tahun lalu sukses menjadi juara pada SEM Asia Manila 2016 dan juga menjadi pemenang utama Shell Eco-Marathon Driver’s World Championship London pada Juli 2016 lalu sehingga berhak mendapatkan hadiah berupa perjalanan selama seminggu ke Maranello, Italia untuk berinteraksi langsung dengan tim Ferrari. (rsk/lmn)

Editor: Sulaiman

Komentar

To Top