Soal Teror ke Novel Baswedan, Polri Kecolongan?

0
(Ilustrasi) Mantan Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Taufiqurrahman Ruki. Ilustrasi Foto: NUSANTARAnews
(Ilustrasi) Mantan Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Taufiqurrahman Ruki. Ilustrasi Foto: NUSANTARAnews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Penyidik KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Novel Baswedan merupakan salah satu penyidik yang tengah menangani kasus korupsi mega skandal e-KTP. Banyak pihak menduga teror penyiraman air keras ke wajah Novel tadi pagi ada sangkut pautnya dengan kasus yang telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,3 triliun itu.

Mantan Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Taufiqurrahman Ruki mengatakan, selama persidangan e-KTP ada bantuan dari Polri dan korps Brimob untuk melakukan penjagaan.

“Tapi ternyata masih juga ada hal-hal yang kecolongan. Ini tentu menjadi perhatian kita bersama,” ujar Ruki di Jakarta, Selasa, (11/4/2017).

“Buat anak-anak saya di KPK jangan takut maju terus, Tuhan beserta kita,” ucapnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, sekitar pukul 05.10 WIB tadi telah terjadi peristiwa penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan di Jalan Deposito. Tepatnya di depan Masjid Al Iksan, RT 03 RW 10, Pegangsaan Dua Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Saat itu, Novel usai melaksanakan salat subuh berjamaah di masjid tersebut. Tiba-tiba, dihampiri oleh dua orang laki-laki tidak dikenal dengan menggunakan motor, dan langsung menyiram dengan menggunakan air keras dan mengenai mukanya.

Akibat kejadian tersebut, menyebabkan beberapa bagian tubuh Novel cidera. Antara lain, yakni kelopak mata bagian bawah kiri bengkak dan berwarna kebiruan, serta bengkak di dahi sebelah kiri dikarenakan terbentur pohon. Novel saat ini, dirawat di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading.

Pewarta: Restu Fadilah
Editor: Achmad Sulaiman

Komentar