Ekonomi

Soal Tax Heaven, Heri Gunawan: Jokowi Jangan Aneh-aneh, Maksimalkan Tax Amnesty Saja Dulu

Anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan/Foto nusantaranews via sinarkeadilan

Anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan/Foto nusantaranews via sinarkeadilan

NUSANTARANEWS.CO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana membuat Tax Heaven dengan memanfaatkan pulau-pulau kosong di Indonesia. Ini dimaksudkan untuk berkompetisi dengan negara-negara lain yang punya kebijakan serupa.

Menurut Anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan, Pemerintah harus berhati-hati dalam menerapkan kebijakan Tax Heaven atau biasa dikenal dengan istilah Suaka Pajak. Sebab, menurut Heri, selain ada keuntungan dari sisi mengalirnya uang (investasi) ke dalam negeri, tidak jarang pula skema tersebut memberi dampak negatif.

“Skema Tax Heaven itu bisa menjadi modus money laundrying, penyalahgunaan perusahaan cangkang (shell companies), pendanaan yang keliru, hingga penggelapan pajak. Dalam skala yang lebih luas, itu bisa memberi ancaman pada stabilitas sistem keuangan negara,” ungkap Heri kepada Nusantaranews, Jakarta, Jum’at (12/8/2016).

Yang mesti dipertimbangkan berikutnya, lanjut Heri, adalah soal trust dan kredibilitas negara. Tax Heaven tersebut, menurut Heri, secara psikologis akan menjadi beban psikologis bangsa ini.

“Di tengah-tengah kita sedang berusaha membangkitkan kewibawaan bangsa, kita malah mengemukakan ide yang aneh-aneh yang bisa-bisa menghancurkan kewibawaan kita sebagai bangsa besar dan berdaulat,” ujarnya tegas.

Heri menambahkan, daripada pemerintah sibuk berurusan dengan ide yang aneh-aneh, sebaiknya pemerintah fokus dalam menggenjot Tax Amnesty yang belum maksimal itu.

“Perbaiki infrakstruktur teknisnya, jalankan sosialisasi yang masif, benahi SDM (Sumber Daya Manusi dan lain-lainya. Harus diingat, pemerintah ditargetkan untuk mencapai Tax Amnesty sekitar Rp20-30 triliun per bulan atau sekitar Rp1 triliun per hari. Itu semua dimaksudkan untuk menambal defisit negara yang makin lebar,” kata Politisi dari Partai Gerindra itu. (Deni)

Komentar

To Top