Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani/Foto istimewa
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani/Foto istimewa
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani/Foto istimewa

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menilai bahwa program Tax Amnesty di Indonesia jauh lebih berhasil dibanding negara-negara lain di dunia yang juga menjalankan program yang sama.

“Kalau kita mencoba membandingkan jumlah uang tebusan yang sampai hari ini telah kita kumpulkan atau yang didapatkan melalui SPH (Surat Pernyataan Harta), dibandingkan dengan program Tax Amnesty negara-negara lain, Indonesia mungkin merupakan yang tertinggi. Untuk yang mendekati adalah Chili,” ungkapnya di sela-sela rapat bersama Komisi XI di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (29/9).

Pada periode pertama yang bahkan belum selesai ini, Sri Mulyani pun mengharapkan, tentu pendapatan Indonesia akan bisa meningkat lagi. “India saja yang melakukan Tax Amnesty pada tahun 1997 hanya mencapai 0,58% dari PDB (Pendapatan Domestik Bruto),” ujarnya.

Bahkan, menurut Sri Mulyani, negara dunia sekelas Italia pun hanya bisa mencapai 0,20% dari total PDB-nya. “Afrika Selatan mencoba juga dengan kombinasi sistem rezim devisanya mencapai 0,17% terhadap PDB-nya, sedangkan Australia hanya mencapai 0,04%, Spain 0,12%, Belgium 0,15% dan Germany 0,04%,” katanya.

Sri Mulyani menambahkan, setiap negara di dunia yang menerapkan Tax Amnesty, memiliki tingkat keberhasilannya masing-masing. Jika dilihat dari deklarasi harta, Indonesia menjadi yang tertinggi nilai pendapatan terhadap PDB-nya, yakni dengan nilai mencapai 21% dari PDB.

“Ini angka yang sangat signifikan kalau kita lihat dari deklarasi harta. Kita harapkan dalam 6 bulan ke depan dari Tax Amnesty, kita akan mendapatkan informasi lebih banyak lagi mengenai deklarasi harta ini,” pungkasnya. (Deni)

Komentar