LUhut B Pandjaitan di podium acara The 15th World Renewable Energy Congres (WREC) 2016/Foto Andika
Luhut B Pandjaitan di podium acara The 15th World Renewable Energy Congres (WREC) 2016/Foto Andika/NUSANTARAnews

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan turut merespon terkait  kenaikan tarif listrik untuk golongan rumah tangga dengan daya 900 va. Menrutnya, dengan kenaikan itu bukan berarti pemerintah mencabut subsidi bagi rakyat miskin.

Tetapi, lanjut Luhut, hal itu dilakukan oleh pemerintah untuk menyalurkan subsidi yang lebih tepat sasaran.

“Harga listrik kita tidak memotong subsidi untuk orang miskin. Kemana itu (subsidi) ke 2500 desa yang belum berlistrik, elektrifikasi yang (kini) 88% bisa naik sampai 97% di tahun 2019,” terang Luhut dalam acara temu wartawan di kantornya, Rabu (11/1).

Hal tersbeut, kata Menko Luhur, sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mendorong pemerataan di seluruh Indonesia, yang diharapkan dapat menurunkan kesenjangan.

“Kita (pemerintah) tidak bicara pertumbuhan saja, tetapi juga pemerataan. (Seperti) dana desa itu dibagikan untuk 74,000 desa, Rp 1,7 miliar tahun ini. Tingkat kesuksesannya 70 persen. Kalau nanti bisa mencapai 80-90 persen, saya pikir pemerataan akan lebih terasa,” ungkap dia. (and/red-02)

Komentar