Soal Perkampungan Tiongkok, Mahfud MD: Cari Agennya

0
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Foto Nusantaranews via beritasatu
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Foto Nusantaranews via beritasatu

NUSANTARANEWS.CO – Terungkapnya temuan para tenaga kerja asal Cina ilegal belakangan ini membuat beberapa kalangan terkejut. Setelah sebelumnya, ditemukan ‘perkampungan’ Tiongkok di perbukitan Cigudeg, Kota Bogor. Penangkapan TKA ilegal juga terjaring di Lamongan. Pun demikian dengan yang di Madiun dan di Babel.

Hal ini membuat mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, melalui kicauannya di media sosial baru-baru ini mengaku kaget dengan pemberitaan TKA ilegal diberbagai stasiun televisi nasional. Merespon hal tersebut, Mahfud menilai kasus TKA ilegal harus diselesaikan sampai akar-akarnya, termasuk menelusuri agen di baliknya.

“Berita TV sore ini banyak TKA illegal ditangkap diberbagai tempat: Babel, Madiun, Bekasi, Bogor, Jakarta. Jangan hanya dideportasi, cari agennya,” tulis Mahfud MD diakun media daringnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center Institute of Strategic Studies (CISS) Dahrin La Ode menilai bahwa penangkapan dan penggerebakan tidak harus melulu pihak kantor imigrasi saja melainkan juga polisi memiliki kewenangan penuh.

“Kalau menurut pandangan saya polisi punya hak, kalau hanya imigrasi berarti itu kan hanya penyalahgunaan visa saja, berarti hukuman mereka ringan,” kata Dahrin kepada Nusantaranews baru-baru ini.

Baca:

Bagi Dahrin, dalam konteks ini harus ada polisi juga yang aktif dan melakukan pengawasan untuk orang asing. Begitu juga dengan pihak kementrian kehutanan dan pertanian, menurutnya juga memiliki peran penting untuk melakukan pengawasan.

“Pihak imigrasi, polisi, terutama kementrian kehutanan dan pertanian, itu terlibat semua untuk bertanggung berjawab,” terang Dahrin.

Apalagi kata dia, para TKA ilegal ini juga melakukan cocok tanam sebagaimana yang dilakukan oleh warga Tiongkok yang melakukan persebaran virus erwinia chrysanthemi guna merusak tanaman melalui tanaman cabai.

“Saya kira tahu kok pemerintah pusat itu. Ndak mungkin orang itu ujug-ujug masuk ke dalam langsung menangkap para imigrasi,” pikirnya. (red-01/adhon)

Komentar