NUSANTARANEWS.CO – Staf Ahli Wakil Presiden, Sofyan Wanandi mengungkapkan, Google memang tergolong perusahaan bandel. Di sejumlah negara, industri berbasis digital ini ulet dalam hal menghindari pajak.

“Di negara lain kan Google bermasalah lebih besar dari kita. Hanya saja, perusahaan kayak gitu kan selalu cari pajak yang paling kecil. Mereka toh ada di mana-mana dan mereka merasa enggak ada punya kewajiban untuk bayar pajak di negara-negara lain,” kata Sofjan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (11/10).

Menurut Sofjan, saat ini ada sejumlah negara sedang berupaya untuk mengejar pajak dari perusahaan asal Amerika Serikat tersebut, termasuk Indonesia.

“Karena seluruh dunia sedang sama-sama hadapi mereka (Google) dan mereka harus bayar. Mereka mau bayar namun dalam batas masih negosiasi mengenai masalah rate dan macam-macam,” ungkapnya.

Untuk itu, kata Sofjan, pemerintah sedang membuat aturan perpajakan terkait industri digital di Tanah Air. Sehingga, ada kepastian hukum bagi pemerintah untuk menarik pajak bagi perusahaan digital.

“Sebetulnya mereka mau bayar, hanya saja mereka minta sejumlah aturan yang bisa diperbaiki. Agar mereka bisa bayar. Makanya sekarang kita atur, selama ada kepastian hukum untuk mereka,” ujarnya. (Andika)

Komentar