Khazanah

Soal Kuota Haji Tambahan, Ini Kata Menag Lukman

Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin
Menteri Agama , Lukman Hakim Saifuddin/Nusantaranews Photo/Deni Muhtarudin

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin, mengungkapkan bahwa pengurangan kuota haji dari Pemerintah Arab Saudi tidak hanya diberlakukan kepada Indonesia saja, tapi juga kepada negara-negara lainnya.

“Terkait dengan pengurangan 20% karena renovasi masjidil harom, tidak hanya indonesia tapi diberlakukan ke semua negara. Insya Allah tahun depan bisa ke kuota normal. Karena tahun ini targetnya renovasi bisa selesai,” ungkapnya di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (2/9/2016).

Di samping itu, Menag Lukman mengatakan, Pemerintah Indonesia bahkan pernah melobi Pemerintah Arab Saudi untuk menambah kuota haji Indonesia. Namun, pihak Pemerintah Arab Saudi tidak kunjung memberikan jawaban sampai ditandatanginya Taklimatu Hajj.

“Maret lalu ketika saya bertemu menteri haji Saudi. Saya sudah meminta kuota Iran karena waktu itu, karena sampai sekarang Iran tidak akan mengirimkan jamaah. Atau nggak usah Iran deh, negara lain yang tidak terserap seperti Filipina atau Timur-Timur. Pemerintah Saudi tidak kunjung memberikan jawaban clear. Kita mengerti, karena mereka butuh regulasi juga, karena ini harus ada dasarnya,” ujarnya menjelaskan.

Selain itu, Lukman melanjutkan, sekalipun diresmikan, dirinya paham jika Pemerintah Arab Saudi khawatir negara-negara lain akan meminta kuota tambahan seperti Indonesia.

“Karena Pemerintah Saudi terus menunda dan karena khawatir, sekali ini diresmikan maka negara lain akan meminta. Mereka juga kan tidak boleh diskriminatif,” katanya.

Memang, menurut Lukman, Pemerintah Arab Saudi pernah menjanjikan kepada Indonesia akan menambah kuota haji sebanyak 10.000 orang, namun hingga dirinya menandatangani Taklimatul Haj, kuota tambahan itu belum tercantum.

“Sampai kemudian apa yang kita tandatangani di taklimatul hajj ini, di situ ada item kuota haji tahun ini. di situ masih sama kuotanya 1.68.880, tidak berubah dengan tahu lalu. Ketika saya tanya nggak ada tambahan, kata mereka itu nanti,” ujarnya.

Oleh karena itu, Lukman menambahkan, dirinya harus segera memutuskan bahwa di tahun ini tidak ada tambahan kuota haji.

“Saya sebagai Menteri bekerja harus berdasarkan legalitas. Di taklimatul hajj nggak ada tambahan 10.000. Persiapan ini harus nunggu anggaran di DPR dan lain-lain. Makanya saya putuskan tidak ada tambahan dan terlalu mepet. Ini bukan hanya persoalan visa, tapi juga cathering, hotel dan segala sesuatunya. Ini Nggak gampang,” ungkapnya lagi. (Deni)

Komentar

To Top