Soal Kasus Ahok, Ketum PDIP Instruksikan Kadernya Untuk Tetap Tenang dan Berdisiplin

0
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri/IST
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri/IST

NUSANTARANEWS.CO – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Ketum PDIP), Megawati Soekarno Putri, telah memberikan sejumlah instruksi kepada seluruh kadernya untuk tetap tenang dan berdisiplin dalam menghadapi penetapan status tersangka Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Seperti informasi yang disampaikan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Darmadi Durianto. Menurutnya, DPP PDIP telah mengeluarkan sejumlah sikap sesuai dengan perintah dari Megawati Soekarno Putri. Berikut lengkapnya:

1). Menghadapi status hukum baru bagi Pak Ahok, PDI Perjuangan menginstruksikan seluruh anggota, dan kader partai untuk tenang, berdisiplin, selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara.

“PDI Perjuangan tetap memberikan dukungan pada pasangan Ahok-Djarot. Jadikan ini semua sebagai pelajaran terbaik bahwa Partai dan seluruh jajarannya harus bersikap rendah hati terhadap rakyat. Apa yang terjadi tidak menyurutkan langkah Partai untuk terus berjuang bagi DKI yang lebih baik”.

2). Kepada seluruh anggota dan kader Partai juga diminta untuk terus menerus membangun tali silaturahim; memujudkan Partai sebagai jembatan persaudaraan dan terus melakukan dialog dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya.

“Pertegas komitmen Partai bahwa cara memenangkan pilkada adalah dengan merebut hati rakyat. Partai melarang cara-cara memenangkan pemilu yang bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi. Partai menempatkan rakyat sebagai hakim tertinggi untuk menentukan pasangan kepala daerahnya yang terbaik”.

3). Seluruh jajaran Partai terus diminta melakukan konsolidasi.

“Rapatkan barisan, perkuat koordinasi dan komunikasi. PDI Perjuangan selalu berjuang bagi tegakmya Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan kebhinekaan Indonesia. Kader Partai harusĀ  menciptakan suasana yang kondusif sesuai dengan harapan setiap warga bangsa yang merindukan ketentraman dan keharmonian”.

4). Kantor Partai harus difungsikan sebagai rumah rakyat dan setiap saat siap menerima perintah harian Ibu Megawati Soekarno Putri. (Deni)

Komentar