Ketua DPP PAN Bidang Infrastruktur dan Ekonomi/Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Achmad Hafisz Tohir. Foto Deni Muhtarudin/Nusantaranews
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Achmad Hafisz Tohir/Foto Deni Muhtarudin/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN) Bidang Infrastruktur dan Ekonomi, Achmad Hafisz Tohir, menilai bahwa kebijakan impor cangkul yang dilakukan oleh Pemerintah adalah sesuatu hal yang sangat memalukan.

Bagaimana tidak, menurut Hafisz, sebagai negara yang menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian, sudah seharusnya Indonesia menggunakan alat-alat produksi pertanian lokal. Apalagi hanya sebatas sebuah cangkul.

“Memalukan! Sebagai bangsa yang besar serta hidup dari pertanian dan hasil kehutanan sudah selayaknya kita memproduksi sendiri alat-alat mekanisasi pertanian tersebut,” ungkapnya kepada Nusantaranews, Jakarta, Rabu (2/11).

Hafisz menegaskan, terlalu berlebihan dan tidak pantas sebuah negara agrikultur seperti Indonesia harus mengimpor alat seperti cangkul.

“Ada yang salah dalam industri pertanian kita, sehingga lebih mengedepankan beli barang impor daripada swasembada alat industri, meskipun teknologinya sangat sederhana,” ujarnya.

Di samping itu, Hafisz yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi XI DPR RI itu mengatakan, kementerian teknis seperti Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenkopUKM) sepertinya tidak berhasil dalam membina UKM, khususnya UKM pengrajin alat-alat produksi pertanian.

“Ini pengelolaan industri dalam negeri yang terburuk sepanjang reformasi,” katanya menambahkan.

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Ditjen Daglu) Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menunjuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) untuk merealisasikan impor cangkul 1 kontainer yang berisi 6.200 buah cangkul guna memenuhi kebutuhan 5 kontainer cangkul per harinya. (Deni)

Komentar