Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romi/Foto via konfrontasi
Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romi/Foto via konfrontasi

NUSANTARANEWS.CO – Besok, Jum’at (4/11/2016), umat muslim dari berbagai elemen akan menggelar aksi unjuk rasa di Kawasan Istana Negara, Jakarta. Aksi dengan agenda besar “Bela Islam, Penjarakan Ahok Si Penista Agama” itu rencananya akan dihadiri lebih dari 200.000 orang dari penjuru Indonesia.

Sebagai salah satu partai berasaskan Islam, Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M. Romahurmuziy ikut angkat bicara terkait aksi unjuk rasa tersebut Kamis (3/11/2016). Berikut pernyataan sikap DPP PPP terkait aksi 4 November;

1. PPP menghormati gerakan 4 November 2016 esok sebagai gerakan MORAL anak-anak bangsa yang mengekspresikan pandangan berdasarkan keyakinannya yang terusik oleh satu peristiwa yang diduga adalah tindakan penistaan agama sebagaimana dinyatakan oleh fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

2. Gerakan esok adalah murni penyampaian pendapat dan pengawalan penegakan hukum yang dibolehkan dalam peraturan perundang-undangan sebagai bentuk kemerdekaan berserikat dan mengeluarkan pendapat, karenanya seluruh pengawalan keamanannya hendaknya dilakukan secara simpatik dan persuasif.

3. Bahwa seluruh pihak, khususnya pelaku demonstrasi dan aparat keamanan, diharapkan dapat menjaga aksi esok agar berlangsung aman, damai, tertib, tidak melanggar rambu lalu lintas, dan tidak mengganggu kepentingan umum. Islam itu cinta kedamaian, dan damai itu indah, maka pertunjukkanlah Islam rahmah.

4. Seluruh pihak agar waspada dan jangan terpancing terhadap kemungkinan adanya pihak-pihak ketiga yang memanfaatkan aksi esok untuk tindakan-tindakan memancing isu Suku, Agama, Ras dan Antar-golongan (SARA), provokatif, intimidatif, maupun subversif baik dari dalam maupun anasir transnasional.

5. PPP meminta Polri agar dapat menindaklanjuti seluruh tuntutan aksi pengawalan penegakan hukum esok secara profesional, akuntabel, transparan dan memuaskan dalam waktu yang proporsional berdasarkan peraturan perundang-perundangan.

6. Sebagai parpol Islam terbesar di DKI Jakarta yang menjadi pengusung kontestan pilkada, PPP menyerukan agar seluruh pihak mampu menjaga kemurnian aksi besok dari politisasi yang bisa saja dikait-kaitkan dengan Pilkada DKI 2017, dengan tidak membawa-bawa satupun atribut dan aksesoris parpol dan kontestan.

Semoga Allah SWT menjaga keutuhan dan persatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan terus merekatkannya berdasar ukhuwwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim), ukhuwwah wathaniyah (persaudaraan sesama anak bangsa) dan ukhuwah basyariah (persaudaraan sesama anak manusia). (Deni/Red-01)

Komentar