Eks relawan Jokowi tahun 2014, Ferdinand Hutahaean. Foto via Kabarterbaru
Eks relawan Jokowi tahun 2014, Ferdinand Hutahaean. Foto via Kabarterbaru

NUSANTARANEWS.CO – Pimpinan Rumah Amanah Rakyat, Ferdinand Hutahaean, mengaku sangat menyayangkan jika memang Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto (Setnov), diangkat kembali menjadi Ketua DPR RI menggantikan Ade Komarudin (Akom).

“Apa yang diupayakan oleh Setnov untuk kembali menjadi Ketua DPR dapat kita kategorikan sebagai tindakan yang tidak punya etika publik,” ungkapnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/11).

Dengan didorongnga Setnov menjadi Ketua DPR lagi, menurut Ferdinand, para petinggi partai berlambang pohon beringin tersebut seolah tidak menghormati lagi harkat dan martabat lembaga wakil rakyat.

“DPR itu bukan perusahaan pribadi Setnov, tapi DPR itu adalah lembaga negara yang mewakili ratusan juta penduduk. Dengan demikian, Setnov tidak boleh berbuat semaunya meski secara politik dia bisa melakukan itu karena jabatannya di partai politik Golkar. DPR itu bukan milik Golkar sehingga bisa semaunya,” ujarnya tegas.

Mantan relawan Jokowi itu pun mengingatkan bahwa Setnov harus berkaca diri atas peristiwa yang membuat dirinya dengan sukarela mengundurkan diri dari jabatan ketua DPR RI saat itu.

Artinya, Ferdinand mengatakan, jika Setnov kembali lagi menjadi Ketua DPR RI, maka Setnov bukan hanya saja tidak tahu diri, tapi juga telah melecehkan lembaga tinggi negara, dalam hal ini DPR.

“Setnov juga harus tahu diri bahwa dia mundur dari ketua DPR saat kasus papa minta saham mencuat adalah atas kesadaran dirinya sendiri dan bukan atas paksaan orang lain. Kalau sekarang mau balik lagi setelah mundur? Setnov bisa dikategorikan merendahkan lembaga DPR karena bisa berbuat semaunya,” katanya sinis.

Sekadar informasi, dalam rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang telah digelar sebelumnya, telah muncul usulan bahkan menjadi sebuah keputusan rapat pleno agar Setnov direkomendasikan kembali menjadi Ketua DPR RI menggantikan ketua DPR saat ini yang dijabat Ade Komarudin. (Deni)

Komentar