Seks

Sembilan Alasan Mengapa Berhubungan Seks Terasa Sakit di Organ Intim

Sex Rapideye/Foto istock via Independent
Sex Rapideye/Foto istock via Independent

NUSANTARANEWS.CO – Ada begitu banyak cara bagi kita untuk menggambarkan seks; menyengat, menarik, mendebarkan, memberdayakan, tulang-kesemutan, seksi, bahkan hingga akan merasakan sakit.

Seks harus selalu menyenangkan. Tetapi jika Anda mengalami rasa tidak nyaman di daerah bawah anda, maka anda perlu untuk sekadar mengetahui apa yang sedang terjadi di bawah sana. Seorang seksolog bernama Yvonne K. Fulbright, Ph.D., dan Mary Jane Minkin, gelar M.D. mencoba untuk menguraikan permasalahan mengapa anda kerap merasakan sakit di bagian vital anda ketika berhubungan intim serta bagaimana memperbaikinya.

Baca : Wejangan Psikolog Klinis dan Psikoterapis Cara Praktis Berhubungan Seks

Pertama, anda tidak cukup melunasinya. Meski organ intim wanita dalam melumasi dirinya secara alami, tetapi jika tidak dirangsang maka akan menderita akibat organ intim kering sesudah dilakukan penetrasi. Dalam konteks ini, melunasinya terlebih dahulu menjadi amat penting, atau kalau tidak boleh saja menggunakan pelumas.

Kedua, menggunakan alat-alat seks. Banyak produk yang disediakan untuk keperluan berhubungan intim, seperti obat-obatan, kondom hingga alat-alat yang mengandung bahan kimia. Alat-alat tersebut bisa menimbulkan rasa sakit serta iritasi di organ intim anda. Ketiga, mungkin bulu organ intim anda tumbuh ke dalam.

Baca juga : Tanda-tanda Pria Egois Saat Berhubungan Intim

Keempat, berhubungan intim dengan posisi yang salah. Buku Kama Sutra memang menyuguhkan berbagai macam posisi berhubungan intim. Namun, tidak semua posisi tersebut bisa anda perankan. Posisi seks dengan tubuh melengkung misalnya, jika tidak pandai-pandai maka akan membuat seks terasa sakit dan tak menyenangkan. Jadi, lakukanlah posisi yang biasanya anda bersama pasangan lakukan.

Kelima, mungkin anda mengalami disfungsi seksual. Ya, meskipun tidak sering dibicarakan, beberapa wanita (seringkali remaja atau awal dua puluhan) mengalami gangguan yang dikenal sebagai vaginismu, di mana otot-otot organ intim wanita tanpa sengaja kejang selama berhubungan seks dan membuat penetrasi terasa menyakitkan. Selain itu, nyeri saat berhubungan seks juga dapat dikaitkan dengan serabut saraf hiperaktif sekitar vulva, AKA vulvodynia. Untungnya, ada terapi yang baik tersedia, yakni melalui penggunaan dilator atau obat nyeri.

Baca juga : Menguak Pentingnya Foreplay Sebelum Bercinta

Keenam, ukuran organ intim pasangan anda terlalu besar. Jika organ intim pasangan pria anda terlalu besar, cobalah berikan saran untuk tidak menggunakan kondom. Sebab, ketika melakukan penetrasi, pistol cinta seorang pria tidak mungkin masuk ke dalam. Dengan kata lain, anda perlu terlebih dahulu melonggarkannya dengan cara penetrasi posisi misionaris. Atau kalau tidak, cobalah lakukan foreplay terlebih dahulu.

Ketujuh, sesudah melahirkan. Libido terkadang datang ketika istri anda baru saja melahirkan. Bersabarlah. Dokter menyarankan jendela 4-6 minggu setelah melahirkan sebagai kerangka waktu yang baik untuk mendapatkan gairah kembali, tapi itu semua tergantung pada tubuh anda.

Lihat : Teruntuk Kaum Perempuan, Kenali Penyebab Nyeri Dadakan Saat Bercinta

Kedelapan, pasangan wanitanya anda masih perawan. Kesembilan, anda belum pernah berhubungan seks dalam waktu yang lama. Meski anda pernah berhubungan intim sebelumnya, tetapi bila dalam rentang waktu cukup lama tak pernah melakukannya lagi, maka seks akan merosot, organ intim kering. Dan ketika melakukannya lagi, maka normal saja anda akan merasakan sakit seperti pertama kali anda berhubungan intim. (ER)

Komentar

To Top